Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ditarget Sebulan, Pemulihan Sawah Rampung 23 Hari

Aris Prima Gunawan • Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:40 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemkab Padangpariaman menggelar kegiatan tanam serentak di lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di kawasan persawahan Tanahtaban, kemarin.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, setelah rehabilitasi lahan sawah yang ditargetkan Kementerian Pertanian selama satu bulan berhasil diselesaikan dalam waktu 23 hari.

Acara itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, perwakilan Menteri Pertanian RI sekaligus Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI Dr. Teddy Dirhamsyah, Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, unsur Forkopimda, Kepala BRMP Kementerian Pertanian Wilayah Sumbar, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, John Kenedy Azis menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di daerah tersebut.

Data pemerintah daerah mencatat total lahan sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare. Rinciannya, 446 hektare mengalami kerusakan ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare hilang akibat terbawa arus sungai hingga berubah menjadi badan sungai.

Selain sawah, lahan jagung yang terdampak bencana juga mencapai 570,35 hektare. Dari jumlah itu, 382,6 hektare mengalami kerusakan ringan, 71 hektare rusak sedang, 112,5 hektare rusak berat, dan 4,3 hektare dinyatakan hilang.

John Kenedy Azis menyebut seluruh sawah dengan kategori rusak ringan telah selesai ditangani melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 446 hektare.

Sementara untuk lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare, baru 198 hektare yang dapat direhabilitasi melalui bantuan APBN karena sebagian lainnya belum memenuhi syarat minimal hamparan.

Ia menambahkan, hingga kini lahan sawah yang mengalami kerusakan berat maupun lahan yang hilang akibat abrasi sungai belum memperoleh bantuan rehabilitasi ataupun penggantian lahan dari pemerintah pusat. Kondisi serupa juga terjadi pada lahan jagung terdampak bencana.

Menurutnya, percepatan rehabilitasi lahan sawah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian RI pada 14 April 2026. Dalam kunjungan itu, Kementerian Pertanian menargetkan penyelesaian rehabilitasi lahan dalam waktu satu bulan.

“Alhamdulillah, target yang diberikan selama satu bulan dapat kami tuntaskan hanya dalam 23 hari. Hari ini kita membuktikannya melalui pelaksanaan tanam serentak di Tanahtaban sebagai komitmen bersama memulihkan sektor pertanian,” ujar John Kenedy Azis.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta dukungan Kementerian Pertanian RI untuk membantu rehabilitasi lahan sawah rusak berat seluas 450,7 hektare, lahan sawah hilang 100,5 hektare, serta lahan jagung terdampak seluas 570,35 hektare yang menjadi sumber penghidupan masyarakat petani.

Ia turut mengimbau kelompok tani agar memanfaatkan bantuan pemerintah secara maksimal dan merawatnya dengan baik guna meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI Dr. Teddy Dirhamsyah yang hadir mewakili Menteri Pertanian RI menyampaikan bahwa capaian tanam di Sumatera Barat saat ini masih berada di angka sekitar 83 persen.

Pemerintah berharap angka tersebut dapat meningkat menjadi 85 persen bahkan mendekati 100 persen sesuai target Kementerian Pertanian.

“Melalui kegiatan tanam serentak di Padangpariaman ini, diharapkan percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan dapat segera tercapai dengan dukungan semua pihak,” katanya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Pertanian RI terhadap Sumatera Barat, termasuk pengalihan bantuan cetak sawah dari daerah lain untuk mendukung pemulihan pertanian di wilayah tersebut.

Ia turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang berhasil menyelesaikan penanganan sawah rusak ringan hingga tuntas 100 persen. (apg)

Editor : Adriyanto Syafril
#rehabilitasi lahan sawah #sektor pertanian #Pemkab Padangpariaman #Tanam serentak #Bencana hidrometeorologi