PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus menggencarkan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil (KIH) di berbagai nagari sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi sekaligus menekan risiko kematian ibu dan bayi saat kehamilan maupun persalinan.
Program yang dilaksanakan secara rutin tersebut menjadi salah satu strategi daerah dalam memperkuat kualitas kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi baru lahir, serta membangun generasi yang sehat sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPK) Pessel, Agustina Rahmadani, mengatakan Kelas Ibu Hamil merupakan sarana edukasi berbasis kelompok yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu selama masa kehamilan hingga pasca persalinan.
“Program ini sangat penting karena memberikan pemahaman menyeluruh kepada ibu hamil terkait kehamilan, persalinan, nifas hingga perawatan bayi baru lahir,” ujar Agustina saat dihubungi Padang Ekspres, Sabtu (6/6).
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut ibu hamil tidak hanya memperoleh informasi kesehatan, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam menghadapi proses persalinan. Kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai komplikasi yang berisiko terhadap keselamatan ibu maupun bayi.
Ia menjelaskan, secara umum Kelas Ibu Hamil bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil agar lebih sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin serta mampu mengenali tanda-tanda bahaya sejak dini. Upaya itu sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Selain meningkatkan pemahaman kesehatan, program tersebut juga mendorong kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi persalinan. Persiapan yang dimaksud meliputi perencanaan tempat bersalin, pendamping persalinan, kesiapan biaya, hingga donor darah apabila diperlukan. “Kita ingin setiap ibu hamil memiliki perencanaan yang matang sehingga proses persalinan berjalan aman,” katanya.
Agustina menambahkan, sasaran jangka panjang program tersebut adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, ia berharap seluruh ibu hamil di Pesisir Selatan dapat aktif mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, Kelas Ibu Hamil juga menjadi wadah interaksi sosial bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman selama masa kehamilan. Dalam suasana kelompok, para ibu dapat berdiskusi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai berbagai keluhan maupun informasi yang berkembang di masyarakat.
“Tidak sedikit ibu hamil yang masih terpengaruh oleh informasi yang kurang tepat. Melalui kelas ini, kami meluruskan berbagai mitos dan memberikan pemahaman berbasis medis,” tambahnya.
Salah satu pelaksanaan Kelas Ibu Hamil berlangsung di Nagari Sungai Pulai, Kecamatan Silaut, pada 25 Mei 2026 lalu. Kegiatan tersebut melibatkan Petugas KIA Klaster 2 PJ, Indrawani, Amd.Keb dan Rosmiati, STr.Keb, serta Bidan Desa setempat, Rosmaelita, Amd.Keb.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai kesehatan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, kebutuhan gizi ibu hamil, persiapan persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir. Para peserta juga mengikuti praktik senam hamil untuk menjaga kebugaran fisik selama masa kehamilan.
Petugas KIA Klaster 2 PJ, Indrawani, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para ibu hamil yang hadir. “Kami melihat ibu-ibu sangat aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama mengikuti kelas,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (7/6).
Menurut Indrawani, melalui Kelas Ibu Hamil peserta dapat memahami berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh selama masa kehamilan sekaligus mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
Ia menilai edukasi yang tepat akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menghadapi proses persalinan. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung seperti senam hamil yang bermanfaat mengurangi nyeri punggung dan memperkuat otot panggul. “Ini penting agar ibu lebih siap secara fisik saat melahirkan,” katanya.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya perawatan masa nifas dan pemberian ASI eksklusif bagi bayi baru lahir. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan bayi sejak awal kehidupan.
Indrawani berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh nagari sehingga semakin banyak ibu hamil yang memperoleh manfaat dari program tersebut. “Semakin banyak yang ikut, semakin besar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kelas Ibu Hamil diharapkan menjadi langkah strategis dalam menekan risiko kematian ibu dan bayi sekaligus mewujudkan generasi Pesisir Selatan yang sehat, kuat, dan berkualitas pada masa mendatang. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril