PADEK.JAWAPOS.COM -- Akses layanan kesehatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali menjadi perhatian. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok berkolaborasi dengan Rufaidah Humanity Care (RHC) menggelar Gebyar Khitan Massal secara gratis di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Selasa (7/7).
Program sosial tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh layanan khitan yang layak, aman, dan sesuai standar kesehatan tanpa terbebani biaya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TP-PKK dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan anak.
“Khitan massal ini kami adakan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya di Solok, Rabu (8/7).
Menurut Nia, terselenggaranya kegiatan itu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama kolaborasi dengan Rufaidah Humanity Care (RHC) yang ikut memastikan seluruh proses khitan berlangsung optimal sesuai standar pelayanan kesehatan.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah nagari, tenaga kesehatan, dan masyarakat Kabupaten Solok.
Kedatangan rombongan TP-PKK Kabupaten Solok disambut pemerintah nagari, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta para orang tua yang mendampingi peserta khitan.
Nia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Gebyar Khitan Massal. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nia memberikan dukungan moril kepada para peserta sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Ia juga menyapa anak-anak peserta untuk membangkitkan keberanian dan semangat mereka sebelum menjalani proses khitan. (cr8)
Editor : Adriyanto Syafril