Siapkan Pemilih Pemula, Lawan Politik Uang

Putra Susanto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:15 WIB
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra, didampingi Kepala SMKN 2 Lubukbasung Elson Chandra Putra dan jajaran, usai sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula di halaman SMKN 2 Lubukbasung, Rabu (22/7). (DOK BAWASLU AGAM)
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra, didampingi Kepala SMKN 2 Lubukbasung Elson Chandra Putra dan jajaran, usai sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula di halaman SMKN 2 Lubukbasung, Rabu (22/7). (DOK BAWASLU AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Bawaslu Kabupaten Agam mulai menyiapkan generasi pemilih pemula menghadapi Pemilu 2029. Sebanyak 1.245 siswa SMK Negeri 2 Lubukbasung mendapat edukasi kepemiluan dengan penekanan pada bahaya politik uang, pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak, serta peran aktif mengawasi jalannya pemilu.

Sosialisasi yang digelar dalam apel pagi sekolah, Rabu (22/7), dipimpin Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala SMK Negeri 2 Lubukbasung, Elson Chandra Putra.

Yuhendra menegaskan, praktik politik uang menjadi pintu masuk lahirnya korupsi. Karena itu, generasi muda di­minta tidak mudah tergiur imbalan dalam menentukan pilihan politik.

“Melawan politik uang dalam pemilu berarti memberantas cikal bakal korupsi. Pilihlah calon berdasarkan visi, misi, dan kapasitasnya, bukan karena uang atau pemberian,” tegasnya.

Selain menolak politik uang, para siswa juga diingatkan agar mengguna­kan hak pilih secara bertanggung jawab serta ikut mengawasi setiap tahapan pemilu.

Menurut Yuhendra, keterlibatan masyarakat, khususnya pemilih mu­da, menjadi salah satu kunci mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

Ia menyebutkan, pada Pemilu 2024 sekitar 56 persen pemilih berasal dari kalangan muda. Kondisi itu menunjukkan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa pada Pemilu 2029 mendatang.

“Demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kalian akan menjadi kelompok pemilih terbesar, sehingga memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas demokrasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bawaslu Agam juga melakukan uji petik terhadap siswi yang telah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Data administrasi kependudukan disandingkan dengan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk memastikan hak pilih para siswa yang akan memasuki usia pemilih.

Kepala SMK Negeri 2 Lubukbasung, Elson Chandra Putra, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penyampaian materi saat apel pagi efektif karena diikuti seluruh siswa kelas X hingga XII yang sebagian besar akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

Melalui kegiatan itu, Bawaslu Agam berharap kesadaran politik generasi muda terus meningkat sehingga mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, serta berperan aktif mengawal penyele­nggaraan pemilu yang berintegritas. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
Bawaslu Agam politik uang SMK Negeri 2 Lubukbasung pemilu 2029 pemilih pemula