Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembebasan Lahan jadi Kunci Utama

Novitri Selvia • Selasa, 25 Juni 2024 | 13:52 WIB

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro.(HKI FOR PADEK)
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro.(HKI FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pembangunan ruas pertama tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin masih terhambat oleh pembebasan lahan. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar diminta agar menyelesaikan pembebasan lahan pembangunan jalan tol tersebut bisa dituntaskan.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mengatakan tantangan penyelesaian jalan tol di Sumbar adalah pengadaan lahan. Hal ini yang menjadi kendala dalam penyelesaian ruas pertama dari tol Padang-Pekanbaru di bagian Sumbar ini. “Persoalan utamanya adalah pembebasan lahan. Harapan kami, bisa segera diselesaikan Juni 2024 ini,” ujar Koentjoro.

Ia mengungkapkan, jika lahan itu bisa dibebaskan Juni 2024, maka tiga atau empat bulan ke depan pembangunan tol itu bisa diselesaikan.

“Jadi, kami minta Pemprov Sumbar memastikan lahan itu bebas agar kami bisa bekerja. Sehingga pembangunan jalan tol Padang-Sicincin ini bisa dituntaskan. Kita optimis bila pembebasan lahan bisa diselesaikan sesuai target, maka penyelesaian proyek akan dapat diselesaikan tepat waktu,” ucap Koentjoro.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Safar mengatakan semua pihak harus berupaya maksimal agar pembangunan jalan tol ini bisa secepatkan diselesaikan.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang lahannya terkena dampak pembangunan untuk memberikan dukungan penuh. “Tol ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tapi juga untuk kemajuan bersama masyarakat luas,” katanya.

Dengan selesainya tol Padang-Sicincin, diharapkan konektivitas antar daerah akan semakin lancar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Jalan tol yang dinantikan oleh masyarakat Sumbar ini akan memiliki sejumlah fasilitas diantaranya 3 gerbang tol, 1 pasang Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) Tipe A pada STA 23+000 A, dan sejumlah bangunan persilangan seperti 8 jembatan sungai, 2 jembatan irigasi, dan 14 jembatan underbridge.

Selain itu, jalan tol ini juga akan dilengkapi dengan jumlah lajur 2x2, dengan kecepatan rencana 80 km/jam. Hal ini akan mempersingkat waktu tempuh dari Padang ke Bukittinggi menjadi hanya 1 jam, sehingga dapat meningkatkan pariwisata daerah dan pengembangan wilayah sekitar.

Mampu Dongkrak Ekonomi

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Sumbar-Riau tak hanya mempersingkat waktu tempuh antar daerah, tapi juga diyakini mampu mendongkrak perekonomian Sumbar, khususnya Payakumbuh.

Hal ini diungkapkan Pj Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, saat membahas Rancangan Peraturan Daerah (RPJPD) 2025-2045 beberapa waktu lalu. Suprayitno memaparkan hasil penelitian Universitas Andalas (Unand) Padang yang menunjukkan dampak positif tol Sumbar-Riau terhadap ekonomi Payakumbuh.

Tol Sumbar-Riau akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas ke Payakumbuh, sehingga membuka peluang bagi sektor-sektor ekonomi, seperti pendidikan, perdagangan, pariwisata dan lainnya. (cr1)

Editor : Novitri Selvia
#pemprov sumbar #pembebasan lahan #tol padang-pekanbaru #Seksi Padang-Sicincin #Koentjoro