PADEK.JAWAPOS.COM-Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 hanya mencapai 57,15 persen atau 2.349.069 pemilih dari 4.103.084 yang terdaftar.
Dari jumlah tersebut, suara sah tercatat sebanyak 2.279.060, sementara 70.009 suara dinyatakan tidak sah. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Surya Efitrimen usai Rekapitulasi Suara Pilgub Sumbar 2024, kemarin.
“Partisipasi pemilih tahun ini menurun dibandingkan Pilgub sebelumnya. Meskipun sosialisasi sudah menjangkau 93-95% pemilih, tingkat kehadiran masih di bawah target awal 75%. Ini memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami penyebabnya,” ujar dia.
Ia menambahkan, meskipun pengiriman surat pemberitahuan memilih (C6) telah dilakukan dengan maksimal, tidak semua yang menerimanya datang ke TPS.
Pemungutan suara dilaksanakan di 10.846 TPS yang tersebar di 179 kecamatan dan 1.265 kelurahan. Seluruh proses rekapitulasi dilakukan secara transparan, mulai dari tingkat TPS hingga provinsi.
Surya juga mencatat, sejak Juni hingga Desember 2024, terdapat 43 petugas ad hoc yang mengalami kecelakaan atau sakit, dua di antaranya meninggal dunia. Satu petugas PPS di Pesisir Selatan dan satu lagi di Pasaman.
Selain itu, seorang anggota Linmas juga meninggal dunia pada 26 November 2024, sebelum hari pemungutan suara di Kabupaten Agam. “Ini menunjukkan betapa berat tugas penyelenggara di lapangan. Kami berterima kasih atas dedikasi mereka,” sebut Surya.
Dari rendahnya partisipasi pemilih tersebut, pasangan nomor urut 1 Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy, berhasil meraih kemenangan signifikan perolehan 1.757.612 suara atau 77,12% dari total suara sah.
Sementara itu, pasangan nomor urut 2 Epyardi Asda-Ekos Albar mendapatkan 521.448 suara atau 22,88%. Dengan hasil ini, pasangan Mahyeldi-Vasko dinyatakan sebagai pemenang Pilgub Sumbar 2024.
Komisioner KPU Sumbar Ory Sativa Syakban menyebut, hasil akhir rekapitulasi telah diserahkan kepada saksi pasangan calon dan pengawas pemilu.
Namun, saksi dari pasangan nomor urut 2 tidak hadir dalam pleno terakhir. “Ketidakhadiran saksi tidak memengaruhi legalitas rekapitulasi,” kata Ory.
Dia juga mencatat, penurunan signifikan dalam partisipasi pemilih dibandingkan Pilgub 2020, yang mencapai lebih dari 60%. “Pada Pilgub 2024, hanya 57,15%. Ini perlu dikaji lebih dalam,” katanya.
Ia mengungkapkan, rendahnya partisipasi bisa disebabkan oleh menurunnya antusiasme masyarakat di beberapa daerah, meskipun tidak seragam di seluruh kabupaten dan kota.
Sementara itu, Ory mengingatkan pentingnya pelibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi. Ia berharap hasil Pilgub ini dapat diterima dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat.
Kota Padang menjadi daerah dengan partisipasi pemilih terendah dalam Pilkada Serentak 2024 di Sumbar.
Baca Juga: Pemilih 57,15 %, Mahyeldi Menang 77,12%: Partisipasi Kota Padang Terendah di Pilkada 2024
Dari 780.356 pemilih yang terdaftar di DPT Kota Padang, hanya sekitar 280.000 orang yang menggunakan hak pilihnya.
Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Sumbar, Ory Sativa Syakban, dalam Rapat Pleno KPU pada 7-8 Desember 2024.(*)
Editor : Novitri Selvia