Debit air meningkat drastis, membuat aliran irigasi melimpah hingga masuk ke rumah warga dan merusak lahan pertanian.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, tetapi kerusakan pada lahan pertanian dan pemukiman cukup signifikan. Warga bersama tim tanggap darurat dari BPBD Limapuluh Kota terus berupaya menangani dampak banjir dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.
Wali Nagari Taram, Nanang Iskandar, mengatakan bahwa jorong yang terdampak banjir di Nagari Taram, yakni di Jorong Tanjuang Ateh (Kapalo Banda) dan Jorong Parak Baru. "Di kawasan Kapalo Banda belum bisa dilewati untuk ke Seberang," ungkapnya.
Banjir di Padang Mengatas
Di sisi lain, warga kembali dikagetkan dengan aliran air deras yang datang dari arah Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, pada Senin sore.
Banjir susulan ini menerjang rumah serta areal pertanian di Kecamatan Lareh Sago Halaban, menambah parah dampak yang telah terjadi sebelumnya.
Akun Instagram @payakumbuhkini melaporkan kejadian ini, sementara seorang warga dengan akun @fauz.an4726 turut berkomentar bahwa air bah melewati rumahnya di Mungo Ateh dan mengaku fenomena ini sudah sering terjadi hampir setiap tahun. (*)
Editor : Hendra Efison