Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalur Ekstrem Sitinjaulauik Dibangun Fly Over 2,7 KM, Ini Rincian Proyeknya

Shyntia Aprizani • Sabtu, 3 Mei 2025 | 12:18 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi didampingi Anggota DPR RI Andre Rosiade saat menyambut kedatangan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Dody Hanggodo.
Gubernur Sumbar Mahyeldi didampingi Anggota DPR RI Andre Rosiade saat menyambut kedatangan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Dody Hanggodo.
PADEK.JAWAPOS.COM—Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memaparkan secara langsung rencana pembangunan Fly Over Panorama I (Sitinjaulauik I) di hadapan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Dody Hanggodo, dalam kunjungan kerja ke Kota Padang, Jumat (2/5).

Proyek fly over ini dirancang sebagai solusi jangka panjang terhadap permasalahan kemacetan parah dan risiko keselamatan tinggi di jalur ekstrem Sitinjaulauik.

“Fly over ini menjadi kebutuhan mendesak. Jalur Sitinjaulauik itu ekstrem, curam, dan sangat rawan longsor. Ini soal keselamatan warga dan efisiensi transportasi,” tegas Mahyeldi saat memaparkan langsung kepada rombongan Kementerian PUPR, yang turut didampingi anggota DPR RI Andre Rosiade.

Fly Over akan Membentang 2,789 KM di Atas Kawasan Perbukitan dan Hutan Lindung

Fly Over Panorama I akan dibangun di atas kontur perbukitan dan sebagian kawasan hutan, dengan total panjang jalur fly over mencapai 2,789 kilometer.

Adapun jalan eksisting saat ini hanya sepanjang 2,2 kilometer, yang sering mengalami kemacetan ekstrem dan longsor akibat kemiringan tajam serta kondisi geologis rawan bencana.

Proyek ini diinisiasi dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU-AP), dan masuk dalam strategi besar pembangunan konektivitas antara Kota Padang dan wilayah tengah Sumatera Barat, termasuk akses ke kawasan Solok, Danau Singkarak, serta daerah penyangga lainnya.

Status Lahan dan Dampak Fisik Disampaikan Secara Terbuka

Paparan Gubernur Mahyeldi melengkapi dokumen resmi yang sebelumnya diserahkan pada 4 Februari 2025 oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar di Jakarta. Dokumen tersebut memuat detail peta trase fly over, status lahan, serta dampak fisik terhadap warga dan lingkungan sekitar.

“Total kebutuhan lahan mencapai 18,7 hektare. Dari jumlah itu, 10,1 hektare merupakan lahan masyarakat, dan 8,59 hektare berada di kawasan hutan lindung,” jelas Erwin Ali, Kepala Dinas PRKPP Sumbar.

SK Penetapan Lokasi Sudah Terbit, Proses Pengadaan Lahan Dimulai

Proses legal pembangunan telah resmi ditetapkan melalui SK Gubernur Sumatera Barat No. 620-356-2024 tertanggal 26 Desember 2024. Penetapan lokasi mencakup ±11,22 hektare lahan, terdiri dari 12 bidang tanah milik 7 orang warga yang kini sudah mulai melalui proses pendataan dan pengukuran oleh tim pengadaan lahan.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok Avtur Aman untuk Penerbangan Haji 2025 di Sumbagut

Visualisasi trase fly over ditampilkan secara teknis dalam bentuk citra udara, peta topografi, dan warna penanda yang membedakan antara lahan milik masyarakat (merah) dan hutan lindung (hijau).

Selain itu, terdapat enam unit bangunan terdampak, yang meliputi dua warung, satu rumah tinggal, satu mushala, satu bengkel, dan satu pondok kecil.

“Kami ingin pembangunan ini tidak menimbulkan masalah baru. Karena itu, hak masyarakat harus dijamin melalui proses penggantian yang adil dan transparan,” ujar Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Dapil Sumbar, yang ikut hadir dalam paparan tersebut.

Manfaat Fly Over: Kurangi Kecelakaan, Tingkatkan Konektivitas, Dorong Pariwisata

Jalur Sitinjalauik selama ini dikenal sebagai salah satu jalan paling rawan di Sumatera Barat, baik dari sisi keselamatan lalu lintas, kemacetan truk logistik, maupun ancaman longsor. Fly Over Panorama I diyakini akan memberikan manfaat signifikan, mulai dari:

*Mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas

*Mempercepat arus logistik dan transportasi

*Mendukung sektor pariwisata ke kawasan Bukittinggi, Solok, dan sekitarnya

*Menjadi akses strategis untuk jalur ekonomi regional

“Kita semua berharap proyek ini segera masuk tahap konstruksi. Dukungan dari pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilannya,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Fly Over Panorama I bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk mobilitas, keselamatan warga, dan masa depan ekonomi Sumatera Barat. (shy)

Editor : Adetio Purtama
#Dody Hanggodo #Menteri PUPR jadi drummer Kotak #Fly Over Sitinjaulauik #Sitinjaulauik