Prakiraan yang berlaku mulai 5 November 2025 hingga 8 November 2025 ini menunjukkan potensi peningkatan tinggi gelombang yang signifikan, bahkan mencapai 4 meter di beberapa wilayah.
Peringatan ini menjadi perhatian utama bagi nelayan dan operator transportasi laut, mengingat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Analisis dari BMKG Maritim Teluk Bayur memaparkan bahwa ancaman gelombang tinggi ini didominasi oleh angin yang bertiup dari Barat Laut dan Barat dengan kecepatan yang bervariasi.
Pada periode awal, yakni 5 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 6 November 2025 pukul 06.00 WIB, potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter terpantau di perairan Padang - Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Di waktu yang sama, masyarakat juga diminta mewaspadai angin kencang hingga 15 Knot atau lebih di perairan Pesisir Selatan, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Sipora, serta Barat Pagai. Kondisi cuaca umumnya diprediksi berawan tebal hingga hujan petir, terutama di perairan Pesisir Selatan.
Memasuki periode 6 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 7 November 2025 pukul 06.00 WIB, ancaman gelombang laut semakin meningkat. Peringatan dini difokuskan pada potensi gelombang setinggi 2,5 meter di wilayah perairan Agam - Pasaman Barat, Padang - Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Lebih lanjut, BMKG secara spesifik meminta kewaspadaan tinggi karena gelombang berpotensi melonjak hingga 4 meter di perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Angin pada periode ini diperkirakan bergerak dari Barat Laut/Barat dengan kecepatan 8 hingga 14 Knot.
Kondisi serupa diprakirakan berlanjut hingga periode akhir, yakni 7 November 2025 pukul 07.00 WIB sampai 8 November 2025 pukul 06.00 WIB. Gelombang setinggi 2,5 meter masih berpotensi terjadi di perairan Agam - Pasaman Barat, Padang - Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Sama halnya dengan hari sebelumnya, ancaman gelombang ekstrem setinggi 4 meter tetap mengintai perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Angin kencang mencapai 15 Knot atau lebih juga diprediksi menerpa wilayah-wilayah tersebut.
Selain peringatan gelombang, masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal pasang surut air laut pada 5 November 2025. Pasang tertinggi diprediksi terjadi pada pukul 05.00 - 07.00 WIB dan 16.00 - 20.00 WIB, sementara surut terendah pada pukul 10.00 - 13.00 WIB dan 23.00 - 02.00 WIB.
BMKG Maritim Teluk Bayur menegaskan bahwa informasi lengkap dan terkini dapat diakses melalui laman resmi mereka. Masyarakat diharapkan proaktif memantau perkembangan cuaca maritim demi keamanan aktivitas di laut. (cc1)
Editor : Hendra Efison