Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi melepas 400 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas sebagai tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di 13 kabupaten/kota, Jumat (2/1/2026).
Mahasiswa KKN tersebut akan didampingi tim teknis BNPB dan BPBD setempat, serta dikawal Babinsa di wilayah terdampak untuk memastikan proses berjalan aman dan objektif.
“Proses verifikasi ini kita targetkan tuntas pada 9 Januari 2026,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat.
Mahyeldi menegaskan, hasil verifikasi akan menjadi dasar utama penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar.
Untuk menjaga akurasi data, Mahyeldi menyebut mahasiswa telah dibekali petunjuk teknis sebelum turun ke lapangan dan akan bekerja tanpa intervensi.
Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan bahwa seluruh wilayah Indonesia berisiko bencana, termasuk Sumatera Barat, sehingga pemahaman kebencanaan diperlukan pada seluruh fase penanganan.
Rustian menambahkan, dari 13 daerah di Sumbar yang sempat menetapkan status tanggap darurat akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025, 12 daerah telah memasuki masa transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kabupaten Agam menjadi satu-satunya daerah yang masih berstatus tanggap darurat,” ujarnya.
Rustian menegaskan, penanganan kebencanaan membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.(*)
Editor : Hendra Efison