Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

FLLAJ Sumbar Bahas Pembatasan Truk di Sitinjau Lauik Usai Empat Kecelakaan Awal Januari

Dila Kartika Sari • Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:54 WIB

FLLAJ Sumbar mengevaluasi pembatasan truk di Sitinjau Lauik usai empat kecelakaan awal Januari 2026. Forum menyorot muatan berlebih dan pengawasan.
FLLAJ Sumbar mengevaluasi pembatasan truk di Sitinjau Lauik usai empat kecelakaan awal Januari 2026. Forum menyorot muatan berlebih dan pengawasan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Sumatera Barat mengevaluasi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di ruas Padang–Solok kawasan Sitinjau Lauik, Jumat (9/1/2026), menyusul empat kecelakaan yang terjadi pada minggu pertama Januari. Rapat berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Sumatera Barat.

Dalam rapat itu terungkap empat kecelakaan melibatkan angkutan barang bermuatan berlebih di Sitinjau Lauik selama awal Januari 2026.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan mengingat kontur jalur yang ekstrem dan turunan curam.

Rapat dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani, dan dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Padang Ances, Kabag Ops Jasa Raharja Sumbar Alwin Bahar, Kanit 1 PJR Ditlantas Polda Sumbar AKP Roni Saputra, Kasatlantas Arosuka Iptu Rido, Kanit Turjawali Polresta Padang Iptu Rido, perwakilan BPTD Kelas II Sumbar, serta Ketua MTI Sumbar Gusra Zaldi.

Forum membahas perlunya strategi lintas sektor untuk menekan kecelakaan, termasuk evaluasi efektivitas pembatasan angkutan barang, pengetatan pengawasan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran muatan dan standar keselamatan.

Kepala PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, menegaskan komitmen lembaganya mendukung kebijakan pembatasan truk sebagai upaya preventif.

“Data menunjukkan kendaraan bermuatan berlebih masih menjadi faktor utama kecelakaan di Sitinjau Lauik. Forum ini diharapkan melahirkan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan Jasa Raharja akan terus bersinergi dengan unsur FLLAJ untuk memperkuat pencegahan kecelakaan dan memastikan perlindungan dasar bagi korban.

Hasil rapat FLLAJ menjadi dasar penyusunan keputusan berbasis data untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di Sumatera Barat, khususnya pada jalur rawan Padang–Solok melalui Sitinjau Lauik.(cr8)

Editor : Hendra Efison
#FLLAJ Sumbar #kecelakaan truk #Sitinjau Lauik #Padang Solok