Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku dan pemerhati pariwisata untuk membahas arah pengembangan sektor wisata di Kota Padang.
Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah pengurus DPD ASITA Sumbar, di antaranya Ketua Nadirsyah Bakri, Wakil Ketua I Rezky Januar, Wakil Ketua II Hanif, serta Kabid Destinasi dan Kepemanduan Ramon. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.
Ketua DPD ASITA Sumbar Nadirsyah Bakri mengatakan, selama ini Kota Padang dikenal sebagai kota pendidikan, bisnis, dan perdagangan. Namun ke depan, Padang juga diharapkan mampu berkembang sebagai destinasi wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.
Menurutnya, ASITA melihat peluang besar untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kota Padang melalui pendekatan mass tourism atau wisata massal. Konsep tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah.
Ia menjelaskan, konsep mass tourism tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan yang besar, tetapi juga bagaimana sektor pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Baca Juga: Malam Ramadan di Payakumbuh: Kedai Kopi Gerobakan jadi Tempat Nongkrong Anak Muda setelah Tarawih
“Kalau kita bicara pariwisata tentu harus ada value of money. Artinya kegiatan pariwisata harus memberikan multiplier effect sehingga masyarakat Kota Padang bisa menikmati manfaat dari pengembangan wisata,” kata Nadirsyah.
Ia menambahkan, meskipun konsep mass tourism identik dengan kunjungan wisatawan dalam jumlah besar yang cenderung mandiri, pelaku industri pariwisata tetap dapat mengambil peran melalui berbagai produk wisata yang dikembangkan oleh anggota asosiasi.
Selain itu, ASITA Sumbar juga mendorong pengembangan wisata berbasis gastronomi untuk mendukung identitas Kota Padang sebagai kota kuliner yang dikenal luas.
Wakil Ketua II ASITA Sumbar Hanif mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung pengembangan wisata gastronomi di Kota Padang. Program tersebut akan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan sektor pariwisata.
“Lembaga asosiasi pentahelix-hexahelix dan lainnya kita rangkul karena kita tidak mungkin melangkah sendiri. Kita akan bekerja sama dengan semua pihak yang berkaitan dengan pariwisata,” ujarnya.
Menurut Hanif, pihaknya juga akan mengembangkan sejumlah produk wisata yang berkaitan dengan gastronomi. Program tersebut diharapkan mampu melibatkan wisatawan secara langsung dalam pengalaman wisata kuliner di Sumatera Barat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada ASITA Sumbar yang telah menginisiasi forum diskusi tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menghimpun berbagai pandangan dari pelaku industri pariwisata.
Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu potensi unggulan Kota Padang yang perlu terus dikembangkan secara serius.
Ia menjelaskan, Wali Kota Padang Fadly Amran memiliki komitmen untuk mengoptimalkan berbagai kawasan wisata di Kota Padang melalui sejumlah program pengembangan.
Salah satu program yang direncanakan pada tahun 2026 adalah revitalisasi kawasan pasar di Kota Padang. Revitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada fungsi perdagangan, tetapi juga menjadikan pasar sebagai tempat kunjungan dan rekreasi bagi masyarakat.
Selain itu, Pemko Padang juga merencanakan revitalisasi kawasan Kota Tua serta kawasan Pantai Padang. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Padang.
Di samping itu, Pemko Padang juga menjalankan program Padang Rancak dengan membangun taman-taman tematik di sejumlah titik kota. Program tersebut bertujuan menciptakan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Maigus menambahkan, berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata di Kota Padang.
“Pertemuan hari ini bukanlah akhir. Ini menjadi agenda awal untuk terus mengembangkan forum diskusi agar Padang benar-benar menjadi salah satu destinasi tujuan wisata, baik nasional maupun internasional,” tutupnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama