PADEK.JAWAPOS.COM– Bakal Calon Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sumatera Barat periode 2026–2031, Yofialdi, mengusulkan pembangunan Platform Satu KAHMI Sumbar sebagai sistem informasi terpadu untuk menghimpun data kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam satu basis data digital. Menurutnya, digitalisasi organisasi menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa ditunda.
Gagasan tersebut disampaikan Yofialdi saat memaparkan visi dan misi dalam rangkaian seleksi bakal calon Presidium MW KAHMI Sumbar di Grha Hangtuah 158 Padang, 7–8 Juli 2026.
"Platform Satu KAHMI Sumbar merupakan kebutuhan mendesak untuk dihadirkan. Karena, data keanggotaan dan administrasi organisasi dalam format digital akan membantu kita secara cepat dalam memahami fakta, membuat keputusan yang tepat dan menciptakan inovasi baru," kata Yofialdi.
Pemaparan dilakukan secara tertulis dan lisan di hadapan tim seleksi yang dipimpin Prof Firman Hasan, didampingi Prof Masrul sebagai sekretaris serta anggota Prof Sufyarma Marsidin, Hj Emma Yohanna, dan Basrial Dt Pangulu Basa.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Andalas yang kini menjabat Corporate Support Division Head Profesional Hayati Group itu mengatakan penguatan tata kelola organisasi dan pemberdayaan ekonomi alumni menjadi fokus utama program yang ditawarkannya. Seluruh program tersebut dirangkum dalam lima pilar strategis yang dilengkapi indikator kinerja.
"Setiap program dilengkapi indikator keberhasilan dalam rentang waktu tertentu sehingga mudah diukur dan dikomunikasikan kepada stakeholder," ujarnya.
Lima Pilar Strategis
Pilar pertama berfokus pada transformasi intelektual dan penguatan basis HMI kampus melalui program KAHMI Back to Komisariat, Goes to Campus, KAHMI Scholarship, Career Hub, serta revitalisasi wisma HMI daerah. Targetnya antara lain peningkatan kader aktif minimal 15 persen setiap tahun, revitalisasi tiga wisma dalam tiga tahun, serta beasiswa bagi 50 kader berprestasi.
Pilar kedua diarahkan pada penguatan ekonomi alumni melalui Forum Bisnis (Forbis) Sumbar. Programnya meliputi inkubator bisnis, mentoring usaha, sinergi rantai pasok, hingga pembentukan holding bisnis atau koperasi syariah KAHMI Sumbar.
Pada pilar ketiga, Yofialdi menempatkan pembangunan Platform Satu KAHMI Sumbar sebagai program prioritas. Selain integrasi data organisasi, program itu juga mencakup penyusunan standar operasional manajemen kompetensi dan pengembangan kemitraan strategis.
Target yang dipasang adalah terintegrasinya 80 persen data organisasi ke dalam platform digital, penerapan manajemen kompetensi di lima cabang, serta terbentuknya 10 kemitraan strategis di tingkat provinsi dan nasional.
Revitalisasi Sekretariat
Yofialdi juga mengusulkan revitalisasi sekretariat pengurus cabang agar tidak hanya berfungsi sebagai kantor organisasi, tetapi berkembang menjadi ruang inkubasi dan co-working space bagi kader.
Menurutnya, perubahan dunia kerja menuntut organisasi ikut menyiapkan kader yang memiliki kompetensi dan kemampuan praktis.
"KAHMI mesti mengambil peran sebagai bisnis incubator sekaligus melakukan proses mentoring bagi kadernya," katanya.
Selain itu, ia menawarkan pembentukan KAHMI Institute Sumbar, LBH KAHMI Sumbar, serta KAHMI Peduli Bencana dan Lingkungan sebagai bagian dari penguatan peran organisasi di bidang kebijakan publik dan sosial kemasyarakatan.
Yofialdi menutup pemaparannya dengan menegaskan seluruh visi dan program yang diusung berlandaskan nilai FAST, yakni Fathonah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh.(*)
Editor : Hendra Efison