Objek wisata Pantai Padang tak pernah aman dari tindak kejahatan. Jika sebelumnya aksi premanisme dan tukang palak yang bikin ulah, kini malah makin serem. Pelecehan seksual! Korban sempat merekam aksi pelaku dan menviralkan di media sosial. Akhirnya pelaku berhasil diamankan pihak berwajib. Kalau tidak viral mungkin pelaku tetap bergelirya mencari mangsa.
Setelah tertangkap, terungkap ini adalah kedua kali pelaku melancarkan aksi. Sekitar tiga bulan sebelumnya, pelaku diduga melakukan aksi yang sama di kawasan Veteran. Modus pelaku adalah mendekati calon korban, mengajak berbincang terlebih dahulu, kemudian saat korban mulai lengah, pelaku diduga melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian sensitif korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun. Orang seperti ini harus diberi hukuman dan tidak bisa dibiarkan berkeliaran. Mudah-mudahan saja penjara bisa membuatnya jera. Itupun kalau ia menjalani hukuman kurungan.
Peristiwa ini mencerminkan betapa tidak aman kawasan wisata Pantai Padang. Baik oleh aksi premanisme maupun tindak kejahatan lain. Untung saja korban tidak kehilangan akal dan bisa melawan pelaku. Kalau korbannya lemah entah apa yang akan terjadi. Kejadian ini bertepan pula dengan musim liburan. Di mana Kota Padang ramai dikunjungi wisatawan untuk berlibur.
Pantai Padang adalah ikon wisata Kota Padang. Menjadi tujuan wisata bagi utama selain Pantai Airmanis. Jadi kalau sering-sering viral karena dengan tindak kejahatannya, bisa-bisa Pantai Padang akan dicoret oleh wisatawan menjadi tujuan kunjungannya. Imej Padang bakal negatif ke dunia luar. Padahal letaknya di pusat kota, tapi keamanan tidak terjaga.
Katanya Pemko Padang sudah memperketat pengamanan di Pantai Padang. Tidak hanya polisi pamong praja tapi juga ada dubalang kota. Satpol PP menempatkan personel Satgas setiap hari dan mempertebal pengamanan hingga tengah malam, terutama saat akhir pekan atau hari libur panjang. Tapi kali ini sepertinya ketiduran dan kecolongan. Petugas harus aktif melakukan pengawasan untuk mencegah berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan pengunjung. Intensifkan patroli pada jam-jam padat maupun sepi pengunjung sampai ke semua sudut. Standbykan petugas, kapan perlu 24 jam.
Kemudian untuk memberikan keamanan dan kenyamanan secara maksimal lampu penerangan harus dipasang di sejala arah. Jangan biarkan ada tempat yang gelap dan dijadikan lokasi berbuat kejahatan maupun mesum.
Menjaga Pantai Padang menjadi objek wisata yang aman, nyaman dan tertib perlu kolaborasi semua pihak. Termasuk pedagang di sekitar lokasi. Bersikap ramah kepada pengunjung dan menerapkan harga makanan sesuai standar. Preman yang kerap berulah di sekitar lokasi kalau tidak bisa dibina ya harus diberi tindakan.
Kemudian, menjaga citra wisata butuh kepedulian masyarakat. Jika melihat dan mendapati hal-hal yang negatif laporkan kepada pihak berwenang. Jangan biarkan saja atau dianggap biasa. Jangan tunggu diviralkan dulu baru bereaksi. (*)
Editor : Adriyanto Syafril