Ketua Panitia WIES 2025 sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat, Sari Lenggogeni, BeCON, M.Man, Pg.Dipl., Ph.D, menyampaikan bahwa pelaksanaan WIES tahun ini menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, baik nasional maupun internasional.
“WIES telah selesai digelar dan sukses dilaksanakan pada 27–28 November 2025 kemarin,” kata Sari kepada awak media di Padang, Jumat (19/12/2025).
Menurut Sari, peserta dari berbagai negara menunjukkan respons positif terhadap konsep WIES yang membuka ruang pertemuan langsung antara UMKM lokal dan jejaring bisnis global. Sejumlah sesi kolaborasi dinilai menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha.
“Antusiasme peserta internasional luar biasa. Mereka sangat happy sampai titik akhir. Menariknya, ada sesi kolaborasi untuk membangun UMKM global lokal, dan itu membuat bahagia teman-teman UMKM yang bertemu langsung dengan UMKM global. Memang belum ada deal, namun inilah yang diharapkan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, batik Indonesia tercatat sebagai produk UMKM yang paling diminati. Beberapa mitra luar negeri, termasuk Yayasan Hasanah dari Malaysia, menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama lanjutan.
“Mereka mencari peluang kolaborasi batik dan bagaimana melakukan kerja sama. Ini menunjukkan batik kita diminati,” kata Sari.
Dalam evaluasinya, Sari juga menyoroti perbandingan kualitas produk UMKM antarnegara. Ia menyebutkan bahwa produk UMKM Malaysia memiliki kemiripan dengan produk Indonesia, namun unggul dari sisi pengemasan.
“Kita lihat UMKM Malaysia produknya hampir sama, tapi bungkusnya luar biasa atau packing-nya. Hampir semua profesional, terlihat mahal. Ini penting untuk kita tingkatkan, terutama dari sisi kreativitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sari menegaskan bahwa tujuan utama WIES adalah menjembatani pelaku UMKM nasional dengan jejaring internasional. WIES 2025 melibatkan pelaku usaha dari sekitar 20 negara, termasuk Malaysia dan Singapura, dengan UMKM Sumatera Barat sebagai bagian utama dari peserta.
Terkait dampak ekonomi, Sari menyebutkan bahwa nilai transaksi yang tercipta selama kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Nilai tersebut terutama berasal dari interaksi pelaku usaha Malaysia, meski data yang ada masih bersifat awal.
“Angka ini belum termasuk keseluruhan data dari negara lain dan belum dipublikasikan secara menyeluruh,” jelasnya.
Sari juga mengungkapkan adanya sejumlah tawaran kerja sama lanjutan pasca pelaksanaan WIES, termasuk permintaan agar kegiatan serupa dapat digelar di luar Kota Padang pada tahun mendatang.
“Kita berharap momentum ini terus terjaga, karena WIES hadir untuk membuka jalan bagi UMKM menembus pasar global,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto