“Kita sangat sayangkan kondisi keuangan daerah Kabupaten Limapuluh Kota saat ini, sebab minim anggaran, terjadi pergeseran anggaran pembangunan. Bahkan terjadi pemangkasan kegiatan hingga tingkat kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah,” terang Anggota DPRD yang juga mantan Wali Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Limapuluh Kota ini, Kamis (11/5) pagi.
Politisi Gerindra ini menilai, anggaran kecamatan saja sangat minim, belum lagi gajo untuk Tenaga Harian Lepas (THL) yang diprediksi hanya cukup untuk Enam bulan saja. Sehingga akan berimbas pada kinerja daerah ke depan. Sementara pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih dinilai belum optimal.
“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, lebih meningkatkan komunikasi dengan DPRD dan membahas solusi-solusi yang bisa diambil menjadi upaya penyelamatan pembangunan daerah. Kita tentunya tidak melulu mengkritisi saja, tapi juga harus miliki solusi persoalan yang terjadi. Optimalisasi PAD, sektor pariwisata, pertanian dan sebagainya perlu kita pecahkan bersama,” kata Khairul Apit. (fdl) Editor : Novitri Selvia