Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mahasiswa KKN Unand Lakukan Penyuluhan Penurunan Pravelensi Stunting dengan 1.000 HPK

Hendra Efison • Selasa, 18 Juli 2023 | 16:47 WIB
Photo
Photo
PADEK.CO–Mahasiswa KKN PPM Unand lakukan penyuluhan stunting di Posyandu Alahan Jambu, dan Posyandu Lagan Padang Koto Marapak, Nagari Salareh Aia Barat, Agam.

KKN PPM Unand ini dibimbing Yeffi Masnarivan SKM MKes bertema “Percepatan Penurunan Pravelensi Stunting dengan 1.000 HPK” pada 17 Juli 2023 lalu. Sedangkan Ketua KKN-nya, Salsabila Gina Maretta, mahasiswa tahun ketiga Jurusan Kedokteran.

“Sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui stunting itu apa? dan bagaimana mengatasinya, maka melalui penyuluhan stunting ini dengan memberi harapan bahwa masyarakat mengetahui stunting dan pencegahannya agar menciptakan anak yang cerdas dan tumbuh kembang sesuai usianya,” ujar Gina.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari usianya.

“Kami berharap penyuluhan pencegahan stunting yang kami berikan dapat dimengerti masyarakat maka dari itu sebelum dilakukan penyuluhan kami memberikan pre-test terkait stunting, setelah itu kami memberikan penyuluhan stunting dan di akhir sesi kami memberikan post-test untuk melihat keberhasilan kami dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu balita dan ibu hamil,” ujar Gina.

Pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan agar gizi bayi terpenuhi sejak kandungan kami memberikan penyuluhan terkait upaya pencegahan stunting dengan 1.000 HPK.

1.000 HPK ini disampaikan oleh Radhyana Putri Vhastia Rusli salah satu mahasiswa tahun ketiga jurusan Gizi.

“1 000 HPK ini sangat penting untuk mencegah stunting, karena seluruh organ penting dan sistem tubuh mulai terbentuk dengan pesat, seperti perkembangan kognitif, pertumbuhan fisik, dan kematangan sistem imun. Jadi masa 1000 HPK ini disebut juga periode emas anak dan tidak bisa diulang. Maka dari itu kami berharap dengan adanya penyuluhan ini dapat menambah wawasan ibu-ibu yang hadir tentang nutrisi yang baik bagi anak seperti memberikan ASI hingga usia 2 tahun dan juga MPASI yang diberikan pada usia 6 bulan seperti jumlah takaran pemberian, tekstur serta protein yang baik agar gizi anak dapat terpenuhi dan anak dapat berkembang sesuai dengan usianya," ujar Aya.

Bidan Leli Ariani selaku ibu Puskesmas Pembantu yang mendampingi dalam pemberian penyuluhan stunting mengatakan, penyuluhan ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif kepada ibu balita dan ibu hamil yang hadir karna dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkait stunting dan upaya pencegahannya.

“Penyuluhan stunting ini sangat bermanfaat sehingga harapannya dapat berkelanjutan dan dapat membantu dibidang lainnya,” ujar Bidan Leli. (rel) Editor : Hendra Efison
#percepatan penurunan #Pravelensi Stunting #penyuluhan #Mahasiswa KKN Unand #1.000 HPK