Hari mengatakan, harga jagung terkini pecah Rp5 ribu atau di angka Rp4.800 per kilogram. “Kondisi harga ini sudah sejak sebulan lalu,” ujarnya.
Beberapa bulan lalu katanya, harga jagung tembus Rp7 ribu per kilogram. Menurut dia, itu harga tertinggi yang pernah diketahuinya.
“Tapi kondisinya kini harga jagung turun ke Rp4.800 per kilogram. Kita tidak tahu pasti faktor apa yang mempengaruhinya,” sebut Hari.
Jika dibandingkan dengan modal jelasnya, untung yang didapat sangat tipis, karena tingginya pengeluaran untuk pengolahan lahan, pupuk hingga upah.
Ditambahkan, kini di Lubukbasung masuk musim tanam, hendaknya harga jagung dengan kondisi ini naik, karena sedikitnya petani yang panen.
“Tapi bisa jadi banyak jagung dari luar yang masuk, sehingga harga jagung lokal jadi turun,” katanya.
Dikutip dari wikipedia.org, Jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi.
Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia.
Pada masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasi, kosmetika, dan kimia.(*/hsn)
Editor : Hendra Efison