Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Status Darurat Masih Berlaku, Agam Paparkan Dampak Pascabencana dalam Rakor Bersama Mendagri

Putra Susanto • Jumat, 9 Januari 2026 | 20:18 WIB

Sekdakab Agam Muhammad Lutfi AR bersama sejumlah OPD saat Rakor Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pascabencana bersama Mendagri, Jumat (9/1/2026).
Sekdakab Agam Muhammad Lutfi AR bersama sejumlah OPD saat Rakor Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pascabencana bersama Mendagri, Jumat (9/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten Agam melaporkan kondisi pemulihan pascabencana yang masih jauh dari normal dalam rapat koordinasi virtual bersama Mendagri Tito Karnavian, Jumat (9/1/2026).

Laporan tersebut disampaikan dalam Rakor Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pascabencana.

Sekretaris Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi AR, yang mewakili Bupati Agam, mengatakan bencana alam yang melanda daerah itu telah mengganggu berbagai sektor penting kehidupan masyarakat.

“Dampaknya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung sendi pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, ekonomi masyarakat, rumah ibadah, hingga pariwisata,” ujar Lutfi dari aula Kantor Bupati Agam.

Ia menegaskan Kabupaten Agam masih berstatus darurat. Meski demikian, roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan publik diupayakan tetap berfungsi di tengah berbagai keterbatasan.

Lutfi menjelaskan akses jalan utama mulai bisa dilewati, namun masih bersifat sementara dan rawan.

Penanganan lanjutan dibutuhkan agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak kembali terhambat.

“Aktivitas ekonomi masyarakat sangat terdampak, terutama di wilayah yang terkena bencana secara langsung. Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan membutuhkan dukungan serius untuk bangkit,” katanya.

Rakor tersebut diikuti pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota dari berbagai daerah yang juga terdampak bencana alam.

Menanggapi paparan Pemkab Agam, Mendagri menyatakan seluruh laporan daerah akan menjadi bahan pembahasan pemerintah pusat.

“Kondisi di lapangan yang disampaikan akan kami bahas lebih lanjut di tingkat pusat untuk merumuskan langkah strategis dan solusi yang tepat,” kata Tito.

Ia menegaskan pemerintah pusat akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar proses pemulihan berjalan optimal dan kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera ditangani.

“Negara harus hadir. Permasalahan di lapangan harus cepat direspons agar masyarakat memperoleh jalan keluar,” tegas Mendagri.(ptr)

Editor : Hendra Efison
#mendagri tito karnavian #Pascabencana Agam #Rakor pemulihan #pemkab agam