Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Paslon Gubernur Saling Klaim Keberhasilan: Mahyeldi Sorot Angkat Stunting Tinggi di Solok, Epyardi Tekankan Pemerintahan Harus Bersih dari KKN

Willian. • Kamis, 14 November 2024 | 10:29 WIB
ADU PIKIRAN: Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy (kiri) dan Epdyardi Asda-Ekos Albar (kanan) dalam debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2024 di Hotel Mercure. (VINA/PADEK)
ADU PIKIRAN: Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy (kiri) dan Epdyardi Asda-Ekos Albar (kanan) dalam debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2024 di Hotel Mercure. (VINA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Debat publik pertama pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tahun 2024 memperlihatkan rivalitas tinggi antara paslon nomor urut 1 Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy dan paslon nomor urut 2 Epyardi Asda-Ekos Albar.

Pada debat yang digelar di Hotel Mercure Hotel, Rabu (13/11) malam, usai memaparkan visi dan misi masing di segemen pertama, segmen kedua tensi debat langsung terasa tinggi.

Pada sesi ini paslon 02 Epyardi-Ekos mendapat kesempatan pertama menjawab soal yang diundi. Pertanyaan sekitar kebijakan yang diambil paslon terkait indek integritas tata kelola pemerintahan daerah.

Epyardi menjawab, akan mengedepankan transparansi dan melibatkan semua unsur termasuk bupati dan wali kota, sehingga program dapat dipertanggunjawabkan dan tepat sasaran.

Sementara Ekos menyampaikan bahwa mereka akan menciptakan portal E-Government sehingga transparansi penggunaan anggaran bisa dilihat masyarakat dan terbuka.

Menanggapi hal tersebut Mahyeldi menyakatakan bahwa pihaknya di Sumbar perlu menanamkan kesadaran pada pelaksana pemerintahan itu sendiri yakni ASN.

Menurutnya Sumbar juga perlu melakukan kerja sama dengan lintas sektor dalam rangka pengawasan. Selaian itu, kata Mahyeldi, Sumbar juga sudah punya Dashboard Pemrov Sumbar, sehingga setiap kegiatan bisa diawasi masyarakat.

“Bapak jawabannya benar, namun kenyataannya jauh panggang dari api,” sebut Epyardi merespon pernyataan Mahyeldi tersebut.

Epyardi mengatakan bahwa apa yang disampaikan paslon 01 terkesan retorika. Tidak hanya itu, dia menambahkan, bawah di pemerintahan Mahyeldi sudah banyak orang-orang (ASN, red) yang tersangkut pidana.

Epyardi menekankan kepada Mahyeldi bahwa pemerintahan itu harus bersih dari korupsi dan KKN. “Kami melihat Sumbar selama ini sudah cukup bagus, tapi ada kekurangan di sana sini. Dan itulah tujuan kami hadir untuk membenahi apa yang selama ini belum bapak lakukan,” ujar Epyardi.

Tensi panas berlanjut pada pertanyaan berikutnya tentang Sistem Pemerintahan Berbasil Elektronik (SPBE) pada sesi tersebut. Mahyeldi menyebut akan memperluas jaringan infrastruktur teknologi yang bisa diakses masyarakat dan nagari terpencil.

Dalam pengalamannya di Sumbar, Mahyeldi menyebut SPBE sudah mendapat nilai baik termasuk pelaksanaannya oleh ASN. Sementara Vasko Ruseimy mengatakan, bahwa penerapan SPBE di Sumbar juga masuk dalam salah satu visi mereka.

Namun lagi-lagi Epyardi menyindir bahwa pada kenyataannya hal itu jauh dirasakan masyarakat. Ia menyebut masih banyak daerah di Sumbar yang blank spot.

Hal senada juga disampaikan Ekos Albar bahwa di Sumbar masih banyak daerah yang jauh dari jangkauan internet. Pernyataan keras dari paslon 02 tetap ditanggapi tenang oleh Mahyeldi-Vasco.

Mereka terkesan lebih memilih bertahan tanpa menyerang balik. “Semuanya sudah kami masukan dalam program unggulan kami. Kami paham perlu ada yang diperbaiki,” ujar Vasko.

Terkait pembahasan penekanan angkat stunting, Mahyeldi menyebut bahwa Kabupaten Solok termasuk salah satu daerah yang tertinggi angka stunting-nya.

Epyardi Asda yang diberi kesempatan merespon oleh moderator mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Mahyeldi penuh dengan kamuflase.

“Solok adalah kabupaten terbaik dalam penurunan stunting. Saya dianugerahi Menko PMK sebagai salah satu orang tua terbaik,” balas Epyardi.

Hal tersebut kemudian dibalas kembali Mahyeldi bahwa pada kenyataannya data yang diperoleh provinsi, Kabupaten Solok termasuk tertinggi di Sumbar.

Dalam debat segmen kedua tersebut, Mahyeldi dan Epyardi Asda terkesan masih terlena dengan masa mereka menjabat di pemerintahan.

Dalam debat Mahyeldi banyak mengklaim keberhasilan selama menjabat jadi gubernur. Hal serupa juga disampaikan Epyardi yang mengklaim paling berhasil memimpin Kabupaten Solok saat menjadi bupati.

Selanjutnya pada segmen ketiga tensi debat terus meninggi. Terutama terkait pembahasan narkoba, LGBT, serta arah kebijakan tentang kehidupan beragama.

Karena terus diserang pada sesi ini Vasko Ruseimy menyebut bahwa pada perdabatan yang dilakukan tersebut seharusnya paslon menggali visi dan misi, namun yang terjadi hanya narasi-narasi negatif yang disampaikan.

“Ya, Pak Epy pertanyaannya adalah menggali visi dan misi pak Epy tapi dari tadi yang kita dengar hanya narasi-narasi negatif saja,” ujar Vasko.

Tidak mau kalah, Epyardi menanggapi cepat apa yang disampaikan Vasko tersebut. “Memang politisi gampang berkamuflase, tapi yan jelas visi dan misi saya Mambangkik Batang Tarandam,” balas Epyardi.

Ekos menanggapi pertanyaan dari Vasko tersebut. Menurutnya bukan paslon 02 yang negatif tapi paslon 01 yang terlalu sensitif.
Pada segmen ini juga disinggung terkait persoalan tambang di Air Dingin Kabupaten Solok.

Mahyeldi dan Epyardi mulai saling serang pada pembahasan tambang ini. Bahkan juga sempat disinggung masalah PSN di Airbangis, Pasaman Barat.

Sementara itu pada segmen 4 debat tersebut kedua paslon diberikan kesempatan saling melempar pertayaan (tanya jawab) tensi debat semakin tinggi pada segmen ini.

Pada kesempatan itu Mahyeldi-Vasko menyoroti hubungan kepemimpinan Epyardi yang tidak bagus dengan wakil bupati Solok saat menjabat.

Dan mengaitkannya dengan membangun Sumbar yang harus dilakukan secara bersama-sama yang harus melibatkan peran wakil kepala daerah.

Media Edukasi

Sebelumnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, Surya Efitrimen, menyampaikan bahwa debat publik yang akan dilaksanakan pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 merupakan salah satu metode kampanye yang penting.

Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kepada masyarakat untuk lebih mengenal visi, misi, dan program kerja dari setiap pasangan calon.

Dengan debat publik ini, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami tujuan serta rencana konkret yang akan dijalankan oleh calon yang terpilih, sehingga pemilih dapat membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab pada hari pemungutan suara.

Debat publik ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana kampanye, tetapi juga sebagai media edukasi politik dan pendidikan pemilih.

Menurutnya melalui debat ini, masyarakat di Sumatera Barat memiliki kesempatan untuk menilai serta membandingkan ide dan program masing-masing kandidat secara objektif. Hal ini diharapkan bisa membantu pemilih dalam membuat pilihan yang cerdas dan sesuai kebutuhan daerah.

Dalam sambutannya, Surya Efitrimen menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti debat publik ini. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam menyimak jalannya debat adalah bentuk nyata dari penguatan demokrasi yang ideal.

Ia berharap, dengan mengikuti dan memperhatikan isi debat, masyarakat bisa mendapatkan referensi yang jelas tentang masing-masing pasangan calon, sehingga pemilih lebih yakin dalam menentukan pilihan pada hari pemungutan suara yang dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, 27 November 2024. (wni)

Editor : Novitri Selvia
#Epyardi #debat publik pertama pilkada paser 2024 #mahyeldi ansharullah #Vasko Ruseimy