PADEK.JAWAPOS.COM–Jiwani Coffee yang berlokasi di Jl. Belakang Olo 1 No 20, Kecamatan Padang Barat, genap berusia 4 tahun sejak berdiri pada 2021. Kehadirannya di tengah pandemi COVID-19 membawa konsep berbeda dengan menggabungkan kafe dan working space.
Bang Sayd, owner Jiwani Coffee, mengatakan bisnis ini lahir dari motivasi untuk menyediakan ruang produktif bagi mahasiswa dan pekerja kantoran di masa pandemi.
“Kita (Jiwani) dibanding kompetitor yang lain di tengah gempuran coffeeshop yang viral-viral, tetap fokus untuk working space spot, dan menyediakan tempat untuk pasar yang membutuhkan working space,” ujarnya saat ditemui, Minggu (28/9/2025).
Berbeda dari kafe pada umumnya yang mengandalkan hiburan seperti live music, Jiwani tampil minimalis dengan desain interior bergaya 18th mid century. Konsep ini dipilih untuk menciptakan suasana tenang yang mendukung aktivitas belajar dan bekerja.
Sejak awal beroperasi, Jiwani Coffee langsung menarik perhatian. Dalam enam bulan pertama, kafe ini sudah memiliki pelanggan setia.
Target utamanya adalah mahasiswa dan pekerja kantoran yang membutuhkan suasana kerja kondusif, bukan sekadar tempat nongkrong.
Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Perubahan kebiasaan masyarakat pascapandemi menjadi tantangan tersendiri.
Kini banyak konsumen memilih membeli minuman secara daring atau kopi gerobakan yang marak di pasaran. Namun, Jiwani tetap teguh dengan konsep working space karena permintaan pasar masih ada.
Dalam strategi pemasaran, Jiwani lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Bang Sayd mengaku terinspirasi dari konsep “$2,000 Rules” yang diterapkan CEO Ritz Carlton.
Barista Jiwani kerap memberikan compliment kecil sebagai bentuk apresiasi dan membangun hubungan hangat dengan pelanggan.
Tidak hanya fokus pada penjualan menu, Jiwani Coffee juga berencana memperluas bisnis ke ranah Business to Business (B2B).
Produk yang disiapkan meliputi bahan baku roastery, biji kopi, hingga sirup buatan sendiri. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju bisnis ritel yang lebih luas.
Dari sisi internal, Jiwani menerapkan sistem manajemen profesional. Hubungan antara owner, karyawan, dan pelanggan dibangun atas dasar profesionalisme tanpa adanya favoritisme.
Tantangan mengelola tim lintas generasi juga dihadapi dengan pendekatan berbeda sesuai karakter tiap generasi.
Bang Andes, salah satu karyawan, menyebut kopi susu dan kopi space sebagai menu andalan.
“Untuk menu yang sering dipesan oleh pelanggan baru yaitu kopi space dan kopi susu. Kopi susu space ini yang jadi signature drink dan membedakan dari tempat lain, karena kami tidak pakai perasa tambahan. Jadi memang kopi Arabica Rosta dicampur susu,” jelasnya.
Selain minuman, menu makanan favorit pelanggan di Jiwani antara lain chicken chop dan fish n chips.
Karyawan dituntut adaptif terhadap permintaan dan feedback pelanggan sebagai bahan evaluasi dan improvisasi.
Selama empat tahun, Jiwani Coffee berhasil mempertahankan konsistensi meski menghadapi pandemi, persaingan ketat, dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Ke depan, Jiwani menargetkan perluasan penjualan produk kopi sekaligus menjaga performa bisnis dengan tetap mempertahankan konsep working space.(***)
Editor : Hendra Efison