Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Omzet Laundry Center Unand Naik Lebih 100% Selama Musim Hujan dan Bencana di Padang

Irfan R Rusli • Jumat, 5 Desember 2025 | 20:42 WIB

Laundry Center Unand mencatat kenaikan omzet lebih dari 100% dalam tiga minggu terakhir.
Laundry Center Unand mencatat kenaikan omzet lebih dari 100% dalam tiga minggu terakhir.
PADEK.JAWAPOS.COM—Musim hujan berkepanjangan dan bencana banjir, air longsor, serta galodo di Kota Padang memicu lonjakan permintaan jasa laundry, terutama di kawasan kampus Universitas Andalas.

Laundry Center Unand mencatat kenaikan omzet lebih dari 100% dalam tiga minggu terakhir.

Owner Laundry Center Unand, Irsyad (25), mengatakan peningkatan tersebut dipengaruhi kebutuhan mahasiswa asrama yang terkendala pasokan air bersih.

“Selama tiga minggu terakhir laundry saya mengalami peningkatan omzet lebih dari 100%, ya karena faktor air bersih juga menjadi sebab naiknya omzet,” ujarnya, Minggu (5/12/2025).

Ia menyebut cuaca hujan yang terus menerus membuat mahasiswa enggan mencuci pakaian.

Kesulitan air bersih juga memperkuat ketergantungan mahasiswa terhadap layanan laundry.

“Air susah, kalaupun ada keruh. Belum lagi hujan, ya laundry saja,” kata Dinda, mahasiswa asrama Unand.

Menurut Irsyad, perkuliahan daring selama tanggap darurat bencana tidak menurunkan permintaan jasa.

Ia menyebut mahasiswa tetap bertahan di Padang sehingga kebutuhan laundry stabil bahkan meningkat.

Banyaknya cucian membuat usahanya kewalahan. Untuk mengejar target, sebagian cucian dialihkan ke beberapa mitra laundry di Pasar Baru dengan sistem bagi hasil.

“Banyaknya pakaian yang masuk membuat kami kewalahan. Saya ambil solusi bagi hasil dengan pemilik laundry di Pasar Baru,” jelasnya.

Ia juga menambah karyawan paruh waktu sebagai pengantar cucian ke mitra agar proses tetap berjalan lancar.

Baca Juga: Info Hoaks Buka Tutup Jalur Padang-Solok di Sitinjaulauik, Polisi: Masih Dua Arah

Kenaikan konsumen juga terdorong adanya diskon khusus bagi mahasiswa terdampak bencana.

Rahman (21), salah satu pengguna layanan, menyebut potongan harga menjadi alasan tetap menggunakan jasa laundry.

“Setiap pakaian masuk 2 kg lebih, harga per kilonya dapat potongan 25%. Biasanya Rp 6.000 per kilo,” ujarnya. (CR7)

Editor : Hendra Efison
#omzet laundry Padang #mahasiswa unand #laundry Unand #bencana sumbar