PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, menilai kelebihan pasokan (oversupply) masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi industri semen nasional. Di tengah kapasitas produksi yang jauh melampaui kebutuhan pasar, pelaku industri juga harus menghadapi ketidakpastian ekonomi global hingga kenaikan biaya energi.
Kondisi tersebut, menurut Indrieffouny, menuntut seluruh insan perusahaan memperkuat sinergi dan menjaga integritas agar mampu mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.
"Industri semen saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oversupply masih terjadi, sementara kondisi geopolitik global, pasokan batu bara, BBM, dan energi juga memberikan tekanan terhadap industri," kata Indrieffouny saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, tekanan yang dihadapi industri tidak bisa diselesaikan hanya dengan meningkatkan penjualan. Perusahaan juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus memperkuat efisiensi agar tetap kompetitif.
Tantangan Industri Semakin Kompleks
Indrieffouny menjelaskan, kelebihan kapasitas produksi semen di dalam negeri membuat persaingan antarprodusen semakin ketat. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik dunia ikut memengaruhi rantai pasok bahan baku dan energi yang dibutuhkan industri.
Pasokan batu bara dan bahan bakar minyak (BBM), misalnya, masih menjadi faktor yang memengaruhi biaya produksi. Fluktuasi harga energi juga membuat perusahaan harus semakin cermat dalam mengelola operasional.
Menurut dia, situasi tersebut menuntut perusahaan memiliki kemampuan beradaptasi lebih cepat dibanding sebelumnya. Seluruh lini organisasi harus mampu bekerja lebih efektif tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, staf pimpinan, karyawan hingga Serikat Pekerja, untuk menjaga soliditas dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
"Koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi harus terus diperkuat. Integritas juga harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas perusahaan," ujarnya.
Ia menilai kekompakan menjadi modal penting agar setiap kebijakan perusahaan dapat berjalan efektif di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
Momentum Perkuat Semangat Perusahaan
Peringatan HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat optimisme menghadapi kondisi industri yang belum sepenuhnya pulih.
Bagi Indrieffouny, sejarah panjang PT Semen Padang membuktikan perusahaan mampu melewati berbagai tantangan, mulai dari masa nasionalisasi hingga dinamika bisnis saat ini.
"Semangat perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui dedikasi, profesionalisme, inovasi, serta komitmen memberikan nilai tambah bagi bangsa," katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan tekanan terhadap industri semen memang masih dirasakan hingga kini. Namun, kondisi tersebut harus dijawab melalui semangat kebersamaan dan transformasi yang sedang dijalankan perusahaan.
"Makna peringatan ini adalah bagaimana kita terus bertransformasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa industri semen saat ini berada dalam tekanan. Namun, dengan kebersamaan, insyaallah kita mampu bangkit," ujar Win.
Ia berharap semangat pengambilalihan pabrik dari Belanda tetap menjadi inspirasi bagi seluruh insan perusahaan untuk menjaga daya saing sekaligus memperkuat kontribusi PT Semen Padang dan SIG terhadap pembangunan nasional.(*)
Editor : Hendra Efison