PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM– PT Semen Padang terus memperkuat strategi bisnis pada Semester I 2026 dengan mengoptimalkan pasar di wilayah Sumatera, meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi, serta memperluas sinergi di lingkungan SIG Group melalui skema Inter Company Sales (ICS). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah persaingan industri semen yang semakin kompetitif.
Strategi tersebut dipaparkan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sharing session bertema Leading Transformation: Membangun Daya Saing dan Keberlanjutan Industri Semen Nasional yang digelar di Wisma Indarung, Senin (6/7/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan PT Semen Padang.
Dalam paparannya, Pri menjelaskan bahwa perusahaan terus menjaga keseimbangan antara peningkatan kapasitas produksi, penguatan pasar, serta optimalisasi sinergi di lingkungan SIG sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika industri semen nasional.
Menurutnya, kapasitas produksi semen dan klinker yang dimiliki PT Semen Padang menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pasokan sekaligus mendukung kebutuhan pasar di berbagai wilayah pemasaran.
Pasar Sumatera Tetap Menjadi Andalan
Pri mengungkapkan, hingga Semester I 2026, PT Semen Padang masih mempertahankan fokus pemasaran di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Wilayah distribusi perusahaan mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Daratan, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, hingga Lampung.
Dari seluruh wilayah tersebut, Sumatera Barat, Riau Daratan, dan Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan domestik perusahaan.
Selain memenuhi kebutuhan pasar reguler, PT Semen Padang juga terus memperkuat distribusi produk melalui koordinasi dan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di bawah naungan SIG Group.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperluas pemanfaatan kapasitas produksi perusahaan.
Optimalkan Sinergi Lewat ICS
Sebagai bagian dari strategi bisnis, PT Semen Padang mengoptimalkan skema Inter Company Sales (ICS) di lingkungan SIG Group. Melalui pola tersebut, perusahaan dapat memperkuat kolaborasi antaranak usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mengoptimalkan utilisasi fasilitas produksi.
Pri menilai sinergi antaranak usaha menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga efisiensi operasional dan memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
"Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi kapasitas produksi sekaligus memperkuat kolaborasi antar-anak usaha dalam grup," ujarnya.
Selain memperkuat strategi bisnis, PT Semen Padang juga terus meningkatkan kapasitas organisasi melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan tata kelola, serta percepatan transformasi perusahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan usaha.
Sharing session yang menghadirkan Prof. (H.C.) Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. sebagai narasumber menjadi salah satu upaya perusahaan memperkaya perspektif kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan industri semen yang terus berkembang.
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah PT Semen Padang dalam memperkuat transformasi perusahaan melalui pengembangan kepemimpinan dan penguatan kolaborasi di lingkungan SIG Group.
Melalui strategi penguatan pasar Sumatera, optimalisasi kapasitas produksi, serta sinergi antaranak usaha, PT Semen Padang berharap dapat terus meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan industri semen nasional. (*)
Editor : Hendra Efison