Rinawati, 46, salah satu pembeli menyebutkan, pasar murah ini sangat membantu masyarakat terutama saat harga di pasaran cendrung naik.
“Harga di sini lebih murah, tadi saya membeli beras premium seharga Rp 154.000 untuk 10 kilogram. Harga ini lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasaran. Selain itu lebih mudah diakses karena diadakan di tingkat kelurahan yang langsung dekat dengan masyarakat,” sebutnya.
Lurah Bukik Apik Puhun Ath Thariq menyebutkan, pasar murah ini sangat membantu masyarakat. Selain karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini hadir di momen yang tepat.
“Masyarakat sangat antusias dan merasa terbantu. Selain menawarkan bahan pokok dengan harga terjangkau juga hadir di momen yang tepat saat harga di pasaran fluktuatif,” sebutnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yakni Bank Indonesia Sumbar dan stakeholder terkait. Apalagi dilaksanakan di tingkat kelurahan sehingga lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Bukittinggi, Hendry menyebutkan, kegiatan ini memiliki sejumlah dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu juga mempengaruhi ekonomi secara makro.
Ia menambahkan, secara umum ketersedian bahan pokok di Kota Bukittinggi ada dalam kategori cukup kendati adanya harga yang fluktuatif. “Melalui kegiatan ini masyarakat bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula dengan harga yang terjangkau dan stabil,” sebutnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa menekan potensi inflasi yang disebabkan meningkatnya harga kebutuhan pokok di pasaran. Kendati masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau, masyarakat diimbau tetap membeli kebutuhan pokok sesuai kebutuhan.
Hendry menambahkan, untuk pasar murah ini pemko menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, diantaranya, Beras SPHP 5 kilogram dengan harga Rp 64.000, kemudian beras premium 10 kilogram seharga Rp 154.000. Lalu, Minyak Kita botol ukuran satu liter Rp 18.000, Minyak Kita kemasan 1 liter dengan harga Rp 15.500. Selanjutnya gula pasir kemasan 1 kilogram seharga Rp 18.000.
Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setdako Bukittinggi, Aprilia menyebutkan GPM menjadi langkah penting dalam upaya pengendalian laju inflasi dan kenaikan harga beberapa kebutuhan di Kota Bukittinggi.
Ia menerangkan, untuk Agustus Kota Bukittinggi mengalami inflasi month-to-month sebesar 0,56%. Dan diharapkan pada bulan September mendatang ada di rentang +1.0 persen.
“Kita berharap inflasi tidak meningkat hingga melebihi +2.5 persen. Diharapkan dengan kegiatan ini, angka inflasi month to month Kota Bukittinggi untuk bulan September bisa mendekati rentang +1.0 persen,” ujarnya.
Tentang inflasi +1.0 persen tersebut dinilai sebagai angka yang relatif seimbang, dimana harga komoditas terjangkau oleh konsumen dan produsen masih bisa mendapatkan keuntungan.
Salah seorang karyawan PT Korp, Pras mengatakan, kebutuhan bahan pokok ia jual pada kegiatan GPM tersebut berupa beras dan minyak goreng tanpa gula.
“Kami hanya menjual beras dan minyak goreng. Gula tidak kita jual karena ada stok di gudang. Tapi besok kemungkinan ada gula,” kata Pras.
Dijelaskannya, jumlah beras yang dijual pada GPM di Kelurahan Bukit Apik Puhun sebanyak 59 karung dan 7 dus minyak goreng berisi 12 liter. Harga jual beras SPHP Rp12.800 perkg sedangkan minyak goreng dijual Rp15.500 per liter. (rna)
Editor : Adetio Purtama