Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masjid Istiqlal di Pusat Kota Payakumbuh Seumur Indonesia: Lebih Kecil dari di Jakarta, Jadi Pusat Pendidikan Islam

Novitri Selvia • Kamis, 21 Maret 2024 | 11:24 WIB

HADIRKAN YANG TERBAIK: Masjid Istiqlal di Jalan Pahlawan, Labuahbasilang, Kota Payakumbuh, baru-baru ini.(ARFIDEL ILHAM/PADEK)
HADIRKAN YANG TERBAIK: Masjid Istiqlal di Jalan Pahlawan, Labuahbasilang, Kota Payakumbuh, baru-baru ini.(ARFIDEL ILHAM/PADEK)
Jika masjid Istiqlal Jakarta dibangun di atas bekas Benteng Frederick Hendrik dan bekas lahan Taman Wilhelmina, Masjid Istiqlal Payakumbuh dibangun di Jalan Pahlawan, Labuah Basilang, Kota Payakumbuh. Namun kedua masjid ini, sama-sama mengusung tema kemerdekaan dan mulai dibangun sejak tahun 1945 silam.

MEMILIKI bentuk bagunan bertingkat dengan model berkubah, arsitektur Masjid Istiqlal Payakumbuh lebih mengarah pada arsitektur internasional. Seperti halnya kebanyakan masjid di Indonesia, Masjid Istiqlal tidak menonjolkan ornamen-ornamen daerah, namun lebih cenderung pada umumnya masjid yang ada. 

Namun bangunan masjid yang luas dengan warna Putih bersih membuat masyarakat nyaman melaksanakan ibadah. Begitu juga dengan suasana di dalam ruang masjid yang lega dengan sentuhan arsitektur yang tidak terlalu mencolok, menjadikan asjid ini tidak membosankan dan lega. 

Sementara pintu masuk yang luas di ketiga sisi masjid membuat leluasa jamaah. Begitu juga dengan tempat berwudhu yang bersih.
Hanya saja keterbatasan ruang yang tersedia, tempat berwudhu membutuhkan upaya renovasi pelebaran. Ini sejatinya sudah masuk dalam rencana jangka panjang dari pengurus masjid.

Masjid Istiqlal mengalami banyak renovasi sejak awal mula dibangun. Bahkan tempat parkir yang dulu sangat sempit akhirnya menjadi lebih luas dan bisa menampung sejumlah kendaraan roda empat.

Di bagian depan masjid terdapat sebuah gapura dengan desain yang lebih modern minimalis dengan dilengkapi kubah di bagian atas gapura. Sehingga kesannya menjadi lebih kekinian, meski masjid sudah berusia cukup lanjut sejak awal dibangun tahun 1945 silam.

Secara umum bentuk struktur bangunan mirip dengan Masjid Istiqlal yang ada di Jakarta. Hanya saja Masjid Istiqlal Payakumbuh lebih kecil dan kubahnya pun juga kubah-kubah kecil.

“Berdasarkan cerita yang kita peroleh dari pendahulu, Masjid Istiqlal merupakan masjid yang dibangun usai kemerdekaan tahun 1945 silam. Sama halnya dengan Masjid Istiqlal Jakarta,” terang Ketua Pengurus Masjid Istiqlal, Labuahbasilang, Payakumbuh, Masril, Selasa (19/3).

Jika dilihat dari arsitekturnya, Masjid Istiqlal Payakumbuh tidak semegah dan seluas Masjid Istiqlal Jakarta. Namun keberadaannya mampu menjadi pusat tempat belajar pendidikan Islam bagi masyarakat. Yayasan Rumah Quran gratis hingga Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dikelola Masjid Istiqlal. 

“Ya, alhamdulillah kita di masjid Istiqlal bersama jamaah masjid dan masyarakat terus berupaya menghadirkan upaya terbaik untuk menggeliatkan syiar islam. Artinya bagaimana ilmu agama disebar luaskan,” sebut Masril. 

Hal menarik lain dari masjid ini adalah dibina para ulama-ulama terbaik di Kota Payakumbuh. Ustadz tamatan pendidikan Timur Tengah bergelar Lc menjadi dewan syariahnya. Di antaranya, H Ade Kadyarman Lc, H Abu Muslim Lc MA, H Abu Fadel, Lc, H Abdurrahman Adifi Lc, H Mftahul Gabi Lc MA, Alek Abu Alia Lc dan Drs Irwandi Nasir MA. 

Ini menggambarkan, masjid Istiqlal memiliki cukup guru untuk syiar Islam melalui kajian-kajian rutin yang dilaksanakan untuk umat. Masjid ini pun menjadi tempat belajar mengaji Al Quran, dalam arti mempelajari bacaan yang benar sesuai makhraj huruf, tahsin dan tajwid. 

Begitu juga dalam pemilihan imam tetap masjid, pengurus memilih yang hafidz Al Quran dan bacaanya fasih. Kemudian pengajian rutin juga digelar masjid Istiqlal dengan ustadz-ustadz berkompeten dan benar-benar menguasai ilmu agama sesuai sunnah.

Sehingga mampu memberikan ilmu agama yang sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah. Kemudian selama Ramadhan, Masjid Istiqlal juga menggelar kajian ba’da Ashar selama beberapa menit dan kajian setelah Shalat shubuh. (ARFIDEL ILHAM---Payakumbuh)

Editor : Novitri Selvia
#masjid istiqlal #Labuah Basilang #Jalan Pahlawan #Masjid Istiqlal Jakarta