Kini, Masjid Al-Mustaqim berdiri megah dengan keunikan arsitekturnya. Seperti apa? Masjid ini dulunya bernama Masjid Al Muthmainnah. Bangunan utamanya dibongkar dan didirikan bangunan masjid baru. Posisinya persis sama dengan posisi masjid sebelumnya.
Pada 12 Maret 2023, masjid pun berdiri megah dan berganti nama menjadi Masjid Al-Mustaqim. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Bupati Agam Andri Warman dan Sekkab Agam Edi Busti meresmikan masjid ini.
Masjid ini dipugar berkat sumbangsih dua orang dermawan. Dua dermawan itu, secara penuh berkontribusi mulai dari awal hingga selesai pembangunan masjid ini. Termasuk arsitektur dan desain bangunan. Mulai dari rancangan dan gambar serta proses pengerjaan.
Rancangan bangunan masjid ini diadopsi dari rancangan masjid di Dubai. Ornamen masjid didominasi warna putih. Pada bagian kubah terdiri dari satu kubah besar dan sejumlah kubah kecil.
Pilar-pilar di dalam masjid dipenuhi ukiran-ukiran dengan sentuhan warna emas, dan mihrabnya pun berkilauan dengan warna yang sama, menciptakan atmosfer yang khusyuk dan menenangkan. Masjid ini memiliki dua pintu yakni samping kanan untuk jamaah laki-laki dan belakang untuk jamaah perempuan.
Masjid ini memiliki tempat wudhu atau kamar mandi yang terpisah dari masjid. Area parkir kendaraannya pun luas. Makanya, masjid ini sering dikunjungi para musafir yang melintasi ruas jalan ini untuk beribadah.
Mantan Pengurus Masjid Al-Mustaqim Muhammad Syafri mengatakan masjid ini mampu menampung hingga ratusan jamaah. “Kebanyakan jamaah merupakan para musafir yang melintas di jalan raya tersebut,” sebutnya.
Masjid Al-Mustaqim tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan. Di sini, terdapat Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), pengajian majelis taklim, dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kemegahan dan keasrian Masjid Al-Mustaqim meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjungnya.
Rudi Nofrialdi, seorang musafir dari Pekanbaru, mengaku kagum dengan keindahan masjid ini. Apalagi berada di pinggir jalan nasional. “Menjelang waktu shalat, jika melintasi jalan ini, selalu singgah untuk shalat,” ungkap pria berusia 40 tahun ini.
Kebersihan tempat wudhu, kamar mandi, dan area parkir yang luas menambah kenyamanan saat beribadah. “Masjid ini bersih, sehingga shalat pun tenang,” tuturnya. (SY RIDWAN----Agam)
Editor : Novitri Selvia