Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Yuk ke Trash 2 Move Jl dr Soetomo Padang, Alumni Ekonomi Unand Daur Ulang Sampah Plastik jadi Furniture

Hendra Efison • Kamis, 22 Februari 2024 | 15:09 WIB

Trash 2 Move di Jl dr Soetomo Padang memproduksi sampah plastik menjadi furniture.
Trash 2 Move di Jl dr Soetomo Padang memproduksi sampah plastik menjadi furniture.
PADEK.CO-- Semakin tinggi tingkat populasi manusia, semakin tinggi juga tingkat konsumsi dan sampah yang dihasilkan. Banyak di antaranya adalah sampah plastik, sehingga diperlukan upaya penanggulangan untuk mengurangi jumlah sampah plastik ini.

Salah satu solusi untuk mengurangi limbah sampah plastik yaitu dengan melakukan langkah berupa 3R atau reuse, reduce, dan recycle.

Mendaur ulang (recycle) sampah plastik menjadi sebuah produk yang memiliki nilai fungsional atau dapat digunakan kembali (reuse) serta dapat mengurangi (reduce) jumlah limbah plastik secara maksimal. Ide inovasi produk yang dapat dikembangkan yaitu dengan mengubah limbah plastik menjadi produk furniture dan nanodiamond.

Walau telah tumbuh dan berkembang bank Sampah, Hingga saat ini, belum banyak yang memanfaatkan sampah plastik menjadi nilai ekonomis.

Di Trash 2 Move yang beralamat di Jl. Soetomo 126 D, seberang Polsek Padang Timur, mereka menyulap sampah plastik jenis High Density Polyethylene (HDPE) seperti tutup botol plastik menjadi furniture yang bernilai tinggi.

Rofan salah seorang penggagas di Trash 2 Move menjelaskan, kerajinan dengan memanfaatkan sampah plastik ini telah dilakoninya sejak Oktober 2023.

"Ide pengolahan sampah menjadi kerajinan furniture ini berawal dari banyaknya sampah yang berserakan, khususnya di Pantai Padang. Dengan banyaknya sampah tersebut, tercetuslah ide untuk mengolah sampah plastik menjadi kerajinan furniture," ujar alumni Ekonomi Manajemen Universitas Andalas angkatan 2016 ini, Kamis (22/2)

Rofan menambahkan, produk furniture yang telah di hasilkan, mendapat apresiasi dari masyarakat. Buktinya, Trash 2 Move hingga saat ini kewalahan dalam pemenuhan permintaan akan furniture berbahan plastik ini.

"Pasarnya cukup bagus. Banyak cafe - cafe di Sumbar yang meminta furniture kerajinan kami. Selain itu, permintaan akan produk kami juga datang dari Riau, Jawa Tengah, Jakarta, hingga Lombok," jelasnya.

Saat ini, untuk mendapatkan sampah plastik, Trash 2 Move mendapatkan sampah plastik dari masyarakat.

"Dengan kesadaran sendiri, warga memilah sampah organik dan anorganik. Untuk sampah anorganik berbentuk plastik, warga menjualnya ke kami," paparnya.

Untuk tahap produksi, Rofan melakukan pemilahan sampah plastik berdasarkan warna.

"Sampah - sampah plastik tersebut, kita sortir berdasarkan warna. Kemudian, sampah plastik tersebut kita cacah menjadi pecahan - pecahan kecil. Kemudian, hasil cacahan itu, kita padukan dengan cacahan dari warna yang lain, dan di oven selama 1 jam," ujarnya.

Setelah di oven, barulah dibentuk berdasarkan produk furniture yang diinginkan.

"Dari sampah plastik ini, kita membuat jam dinding, bangku, kursi, dan produk-produk lainnya," ungkapnya.

Dalam sebulan, Rofan menjelaskan, produksi kerajinan Trash 2 Move dapat menghasilkan 10 juta rupiah per bulan.

"Alhamdullilah, dengan mengolah sampah plastik ini, kita berpenghasilan 10 juta rupiah sebulan," tutupnya. (edg)

Editor : Hendra Efison
#daur ulang sampah plastik #Ekonomi Manajemen Unand #Polsek Padang Timur #furniture #Padang Timur #Trash 2 Move