Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kekuatan Storytelling: Manfaat Cerita bagi Kesehatan Mental

Wanda Andita Putri • Kamis, 5 Desember 2024 | 13:51 WIB

Ilustrasi bercerita.
Ilustrasi bercerita.
PADEK.JAWAPOS.COM--Bercerita atau storytelling umumnya dipahami sebagai kegiatan menyampaikan atau menulis. Cerita-cerita ini sering kali disampaikan untuk hiburan dan menarik perhatian pendengar atau pembaca. 

Kamu akan menjadi pencerita ketika berbagi dengan sahabat atau keluarga tentang kejadian yang kamu alami, mulai dari peristiwa negatif hingga romantis.

Ketika kamu berbicara tentang peristiwa, karakter, tindakan, perasaan, dan ide, kamu akan menggunakan teknik bercerita dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tahukah kamu bahwa bercerita atau storytelling juga memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi kesehatan mentalmu? Berikut ulasannya, seperti yang dikutip dari laman Verywell Mind pada Kamis (5/12/2024).

Kaitan Bercerita dengan Kesehatan Mental

Annie Brewster, asisten profesor di Harvard Medical School sekaligus pendiri Health Story Collaborative, menciptakan forum untuk pertukaran cerita yang dapat mentransformasi layanan kesehatan melalui bercerita. Brewster meyakini bahwa cerita dapat menghubungkan manusia satu sama lain.

Penelitian dari bidang psikologi naratif menunjukkan adanya hubungan antara narasi dan kesejahteraan. 

Menyelami cerita pribadi, merenungkannya, dan berbagi cerita bisa membuat kamu merasa rentan, tetapi hal ini juga membantumu sembuh dan berkembang.

Manfaat Bercerita bagi Kesehatan Mental

Berikut beberapa manfaat positif bagi otak manusia saat bercerita. Dengan hanya menceritakan, mendengarkan, dan berbagi cerita, kamu sudah melakukan hal baik untuk kesehatan mentalmu.

1. Meningkatkan Keterampilan Mendengarkan dan Merangsang Imajinasi

Kamu akan menjadi pendengar aktif ketika kamu memberikan perhatian penuh pada cerita yang disampaikan.

Menjadi pendengar yang baik adalah keterampilan sosial yang sangat berguna. Selain itu, membaca cerita juga dapat mengembangkan imajinasimu dan membantu kamu menghadapi stres dalam hidup dengan lebih baik.

2. Meningkatkan Empati

Ketika kamu terhubung dengan karakter dalam cerita, otakmu akan melepaskan oksitosin yang berhubungan dengan empati, elemen penting dalam membangun hubungan.

Selain meningkatkan empati, bercerita juga membantu meningkatkan daya ingat. Penelitian menunjukkan bahwa manusia mengingat informasi yang disampaikan dalam bentuk narasi hingga 22 kali lebih banyak dibandingkan fakta yang disampaikan secara terpisah.

3. Meningkatkan Emosi Positif

Penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa cara individu bercerita dapat memengaruhi suasana hati dan citra dirinya.

Cerita bisa meningkatkan semangat dan mengubah suasana hati, yang tentunya berpengaruh pada cara individu dalam mengatasi kesulitan dan rintangan dalam hidup.

4. Membantu Berinteraksi dengan Orang Lain

Tidak hanya pembicara yang menggunakan cerita untuk menarik perhatian pendengarnya, ilmuwan pun mulai menggunakan teknik bercerita untuk lebih dekat dengan masyarakat umum.

Penelitian menunjukkan bahwa penyampaian informasi secara naratif lebih efektif dalam menjelaskan temuan ilmiah dibandingkan hanya menyajikan fakta-fakta ilmiah.

5. Membantumu Bangkit dari Kegagalan

Mengubah narasi pribadi terhadap kegagalan dapat berdampak positif bagi dirimu. Penelitian pada remaja menunjukkan bahwa bercerita bisa memotivasi mereka dengan cara yang positif, baik saat menghadapi kesuksesan maupun kegagalan. (*)

Editor : Adetio Purtama
#storytelling #Bercerita