Namun, menurut psikolog klinis, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kamu telah melakukan yang terbaik sebagai orangtua.
Dikutip dari laman Motherly pada Senin (17/3/25), berikut tujuh tanda bahwa kamu adalah orangtua yang luar biasa.
- Anak Bisa Mengekspresikan Emosi di Depanmu
Jika anakmu bisa menunjukkan perasaan seperti marah, sedih, atau takut tanpa takut dimarahi, itu pertanda dia merasa aman secara emosional.
Jangan menutup perasaan mereka dengan berkata, "Jangan nangis, itu cuma hal kecil!" Sebaliknya, akui perasaannya, misalnya, "Aku lihat kamu marah karena mainanmu direbut. Itu pasti menjengkelkan, ya?"
- Anak Datang Kepadamu saat Menghadapi Masalah
Ketika anak mencari kamu pertama kali saat terluka atau menghadapi masalah, itu tanda kamu telah menjadi tempat yang aman baginya.
Jangan meremehkan masalah mereka, meskipun tampak sepele. Dengarkan dengan penuh perhatian agar mereka tetap nyaman berbagi cerita, bahkan saat sudah remaja.
- Anak Bisa Berbicara Jujur tanpa Takut Dimarahi
Anak yang bisa mengungkapkan pikiran dan perasaannya tanpa takut dihakimi menunjukkan bahwa kamu telah membangun komunikasi yang sehat.
Hindari bereaksi berlebihan atau membanding-bandingkan anak dengan orang lain. Jika dia bercerita tentang kesulitannya, dengarkan dulu sebelum memberi solusi.
- Kamu Memberikan Umpan Balik tanpa Menghakimi
Penting untuk mengkritik tindakan, bukan karakter anak. Daripada mengatakan, "Kamu nakal!" lebih baik katakan, "Mengambil barang tanpa izin itu tidak baik. Yuk, kita cari cara agar kamu bisa meminta dengan baik lain kali."
- Kamu Mendukung Minat dan Bakat Anak
Orangtua yang hebat mendukung anak mengejar passion-nya, bukan memaksakan impian yang belum tercapai. Jika anak suka menggambar, jangan memaksanya menjadi dokter hanya karena itu impianmu dulu. Biarkan dia berkembang sesuai potensinya.
- Kamu Menetapkan Batasan yang Jelas
Batasan seperti jam tidur, aturan berbicara sopan, atau larangan menghadiri pesta yang berisiko membantu anak merasa lebih aman. Anak yang tumbuh tanpa aturan sering kali kesulitan mengatur diri sendiri.
- Kamu tidak Malu Mengakui Kesalahan
Tidak ada orangtua yang sempurna. Jika kamu pernah berteriak atau bereaksi berlebihan, akui kesalahan dan perbaiki hubungan dengan anak.
Mengatakan, "Maaf tadi Mama marah-marah. Mama harusnya bisa bicara lebih tenang," mengajarkan anak cara bertanggung jawab atas kesalahan.
Menjadi orangtua yang baik bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang membangun hubungan yang sehat dan penuh cinta.
Jika kamu menemukan tanda-tanda di atas dalam hubunganmu dengan anak, selamat! Kamu sudah menjadi orangtua yang luar biasa. (*)
Editor : Adetio Purtama