Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gen Z Tinggalkan Aplikasi Kencan, Ramai-ramai Gabung Strava: Klub Lari Jadi Tren Sosial Baru!

Suci Kurnia Putri • Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Strava bersiap IPO usai lonjakan pengguna Gen Z yang menjadikan aktivitas lari dan fitur “kudos” sebagai tren sosial digital baru.
Strava bersiap IPO usai lonjakan pengguna Gen Z yang menjadikan aktivitas lari dan fitur “kudos” sebagai tren sosial digital baru.
PADEK.JAWAPOS.COM—Tren sosial di kalangan Generasi Z (Gen Z) kini mulai bergeser. Jika dulu mereka mencari pasangan lewat aplikasi kencan, kini mereka justru membangun koneksi baru lewat sepatu lari dan fitur “kudos” di Strava.

Aplikasi kebugaran asal San Francisco, Amerika Serikat, ini semakin populer di seluruh dunia. Bahkan, Strava kini bersiap untuk melantai di bursa saham (IPO) dalam waktu dekat.

Dikutip dari TechCrunch, Rabu (15/10/2025), CEO Strava, Michael Martin, mengatakan perusahaan tengah mempersiapkan langkah besar untuk “go public” demi memperluas inovasi dan pengembangan produk.

“Strava berada pada tahap pertumbuhan global yang signifikan. Kami ingin memperkuat komunitas pengguna sekaligus memperluas teknologi kebugaran yang inklusif,” ujar Martin.

Pertumbuhan Pengguna Strava Melonjak Tajam

Didukung oleh investor besar seperti Sequoia Capital, TCV, dan Jackson Square Ventures, valuasi Strava kini mencapai 2,2 miliar dolar AS pada Mei 2025.

Menurut data Sensor Tower, Strava mencatat lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia — hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya. Unduhan aplikasinya juga naik 80 persen dari tahun ke tahun.

Ledakan pengguna ini bukan semata karena tren olahraga, tapi juga karena pergeseran budaya sosial di kalangan Gen Z. Banyak anak muda kini mencari bentuk interaksi sehat tanpa alkohol atau hiburan malam, dan lari bersama menjadi wadah sosialisasi baru.

Fenomena “Kudos” dan Budaya Digital Baru

Bagi banyak Gen Z, Strava bukan sekadar aplikasi olahraga, melainkan ruang digital untuk membangun komunitas, dukungan emosional, bahkan hubungan romantis.

Fitur “kudos” — mirip tombol like — memungkinkan pengguna saling memberi apresiasi setiap kali menyelesaikan aktivitas olahraga. Interaksi sederhana ini menciptakan rasa keterhubungan dan kompetisi sehat di dunia maya.

Selain itu, fitur statistik performa dan perbandingan waktu mendorong pengguna untuk terus aktif. Kombinasi sosial dan motivasional inilah yang membuat Strava berbeda dari aplikasi kebugaran lainnya.

Tren Lari dan Dampak Global

Fenomena kebugaran sosial ini juga berdampak nyata di dunia offline. Pendaftaran London Marathon 2026 meningkat 31 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai 1,1 juta peserta — menunjukkan bahwa tren olahraga kini menjadi gaya hidup sosial baru.

Hingga September 2025, pengguna telah menghabiskan lebih dari 180 juta dolar AS untuk langganan premium Strava. Selain itu, perusahaan juga meraih pendapatan dari tantangan bersponsor, kolaborasi merek olahraga, dan program komunitas global.

Strava Menuju Puncak IPO

Dengan pertumbuhan pesat dan basis pengguna global, Strava diprediksi menjadi salah satu IPO paling menarik di sektor teknologi kebugaran.

Langkah ini bukan hanya strategi bisnis, tapi juga cerminan perubahan perilaku sosial generasi muda yang kini lebih memilih koneksi nyata melalui aktivitas fisik dan komunitas digital positif.

Strava berhasil memadukan tiga hal sekaligus — kebugaran, interaksi sosial, dan bisnis digital — menjadikannya simbol gaya hidup baru di era modern: sehat, aktif, dan terhubung. (*)

Editor : Hendra Efison
#IPO Strava #Gen Z #aplikasi kebugaran #Tren Sosial #strava