Keterlibatan Misanthropy Club dalam ajang bergengsi ini merupakan hasil seleksi kurator melalui program inkubasi Swaraskena, yang sebelumnya menjaring sekitar 50 band hasil submisi dari seluruh Sumatera Barat.
Dari puluhan peserta tersebut, Misanthropy Club terpilih sebagai salah satu representasi Sumbar untuk tampil di panggung nasional Soundrenaline Sana Sini di Jakarta.
Tak hanya Misanthropy Club, Soundrenaline Sana Sini di Jakarta juga menghadirkan sejumlah nama lain seperti Beverly Line, Harubisu, serta Suar & Temaram yang tergabung dalam program New Sounds from Semarang, Padang, Pekanbaru, and Sukabumi Land.
Misanthropy Club sendiri merupakan band yang terbentuk pada 2019 dan digawangi oleh Aditya Pratama Sony (vokal), Avin Prasetya Utama (gitar/vokal), Raka Aditya (drum/vokal), serta Dewa (SFX/Noise).
Mereka dikenal dengan karakter musik trap metal, yakni perpaduan hip-hop atau trap dengan unsur metal, yang diperkaya eksplorasi elektronik, hardcore EDM, hingga chiptune, menciptakan warna musikal yang agresif dan eksperimental.
Sejak awal kemunculannya, Misanthropy Club terbilang produktif dalam berkarya. Mereka merilis EP Loser (2020), disusul album penuh Humanity Is Done For (2020).
Pada 2023, band ini kembali merilis album kedua berjudul Death Trip yang memuat 11 lagu dengan karakter musik yang semakin keras dan berani bereksperimen. Sejumlah single seperti Haunter, They, Watch Your Back, dan Devastate turut memperkuat identitas musikal mereka di kancah musik cadas Indonesia.
Pencapaian penting Misanthropy Club terjadi ketika album Death Trip berhasil masuk nominasi Album Metal Terbaik AMI Awards 2023. Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting bagi band asal kota kecil Padangpanjang untuk menegaskan eksistensinya di industri musik nasional.
Selain prestasi di ranah rekaman, Misanthropy Club juga telah membuktikan kualitas panggung mereka dengan tampil di sejumlah festival musik besar, seperti Joyland Bali dan Pestapora Jakarta. (*)
Editor : Adetio Purtama