Politisi PKS ini menjelaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan perubahan besar kerap dimulai dari inisiatif para pemuda. Semangat Sumpah Pemuda 1928, menurutnya, membuktikan keberanian, persatuan, dan komitmen generasi muda mampu menggerakkan rakyat menuju kemerdekaan.
“Saat ini tantangan berbeda, tetapi semangatnya tetap sama: pemuda harus menjadi pelopor kemajuan,” kata Nevi, anggota DPR Komisi IV.
Nevi menyoroti bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia beberapa tahun ke depan. Ia mengingatkan, potensi ini bisa menjadi beban jika generasi muda tidak memiliki kompetensi, karakter, dan kepemimpinan yang memadai.
Oleh karena itu, Nevi mendorong pentingnya akses pendidikan merata, peluang wirausaha luas, dan ekosistem kreatif bagi pemuda untuk berinovasi. “Kita ingin pemuda Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Mereka adalah masa depan ekonomi digital, UMKM modern, dan transformasi sosial bangsa,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Sumatera Barat II, Hj. Nevi menegaskan komitmennya memperjuangkan program pemberdayaan pemuda, khususnya di sektor ekonomi rakyat, pelatihan kewirausahaan, dan penguatan kapasitas generasi muda di kecamatan hingga nagari. Ia juga mengapresiasi kontribusi komunitas, organisasi pemuda, dan santri di daerah.
“Bangkit kamu pemuda! Jangan ragu bermimpi besar. Indonesia menunggu kiprah kalian. Semangat Sumpah Pemuda harus dihidupkan dalam tindakan nyata, bukan hanya seremonial,” tambahnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 diharapkan menjadi momentum evaluasi agar pemuda Indonesia tetap menjadi kekuatan moral, sosial, dan intelektual untuk kemajuan bangsa. “Dengan sinergi seluruh pihak, Indonesia optimistis memiliki generasi unggul yang siap memimpin di era mendatang,” harap Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto