Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Astronot Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah ke Bulan

Heri Sugiarto • Sabtu, 11 April 2026 | 19:48 WIB
Astronot Artemis II NASA mendarat di Samudra Pasifik lepas pantai San Diego usai misi uji terbang ke Bulan. (Foto: NASA)
Astronot Artemis II NASA mendarat di Samudra Pasifik lepas pantai San Diego usai misi uji terbang ke Bulan. (Foto: NASA)

PADEK.JAWAPOS.COM-Empat astronot misi Artemis II NASA sukses mendarat di Samudra Pasifik pada Jumat (10/4/2026) pukul 17.07 waktu setempat atau Sabtu (11/4/2026) pukul 07.07 WIB, setelah menyelesaikan perjalanan bersejarah selama 10 hari mengelilingi Bulan.

Misi ini melibatkan astronot NASA: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan CSA astronaut Jeremy Hansen, yang mencatat rekor perjalanan sejauh 252.756 mil dari Bumi pada titik terjauh, serta total jarak terbang 694.481 mil selama penerbangan uji berawak Artemis II.

Pendaratan Artemis II di Samudra Pasifik

Empat astronot NASA dan Canadian Space Agency (CSA) melakukan splashdown di Samudra Pasifik bagian lepas pantai San Diego, menandai berakhirnya misi Artemis II yang berlangsung hampir 10 hari. Setelah mendarat, tim gabungan NASA dan militer Amerika Serikat mengevakuasi kru dari kapsul di perairan terbuka.

Para astronot kemudian diterbangkan menggunakan helikopter menuju kapal USS John P. Murtha untuk pemeriksaan medis awal sebelum kembali ke Johnson Space Center, Houston, pada Sabtu, 11 April.

Kru dan Rekor Perjalanan Jarak Jauh

Kru Artemis II terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch (NASA), dan Jeremy Hansen (CSA). Mereka terbang menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion dalam uji penerbangan berawak pertama program Artemis.

Selama misi, mereka mencatat total perjalanan 694.481 mil, termasuk flyby Bulan yang membawa mereka ke jarak 4.067 mil di atas permukaan lunar pada titik terdekat, sekaligus melampaui rekor jarak manusia sebelumnya dari misi Apollo 13 tahun 1970.

Evaluasi Sistem Orion dan SLS

Selama penerbangan, awak menguji sistem pendukung kehidupan Orion serta melakukan uji kendali manual untuk menilai kemampuan manuver wahana antariksa. NASA menyebut pengujian ini penting untuk memvalidasi operasi docking dan manuver pada misi Artemis berikutnya.

Wahana Orion yang digunakan dalam misi ini dinamai “Integrity” oleh kru, dan seluruh sistem dilaporkan berfungsi sesuai desain selama perjalanan.

Tujuan Program

Administrator NASA Jared Isaacson menyampaikan bahwa Artemis II menunjukkan kemampuan teknis, keberanian kru, serta kontribusi internasional dalam mendukung eksplorasi luar angkasa.

Menurut NASA Associate Administrator Amit Kshatriya, data misi ini menjadi dasar penting untuk persiapan Artemis III yang akan melibatkan pendaratan di permukaan Bulan serta pengembangan infrastruktur jangka panjang di Bulan.

Ilmu Pengetahuan dan Dokumentasi Bulan

Selama misi, kru melakukan penelitian terkait lingkungan mikrogravitasi dan radiasi luar angkasa, termasuk AVATAR investigation yang mempelajari respons jaringan manusia.

Astronaut juga mengumpulkan lebih dari 7.000 gambar Bulan, termasuk permukaan kawah, lava purba, serta fenomena earthrise dan eclipse dari perspektif orbit lunar.

Dengan berakhirnya Artemis II, NASA dan mitra internasional kini mempersiapkan Artemis III yang direncanakan melanjutkan pengujian sistem pendaratan Bulan dan operasi manusia di orbit rendah sebelum kembali ke permukaan Bulan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#NASA Artemis II #Orion #SLS #pendaratan Samudra Pasifik #misi Bulan NASA