Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Hanya Guru Berprestasi, Intan Sari Ramadhani Terpilih Ikuti HGN ke Jakarta

Novitri Selvia • Rabu, 22 Februari 2023 | 11:55 WIB
Intan Sari Ramadhani, S.Pd, Gr, guru berprestasi di SMKN 1 Painan.(IST)
Intan Sari Ramadhani, S.Pd, Gr, guru berprestasi di SMKN 1 Painan.(IST)
Walaupun waktu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Intan Sari Ramadhani, S.Pd,Gr bercita-cita menjadi seorang psikolog, namun pilihan yang dijatuhkan sebagai seorang guru karena dorongan orang tua ketika tamat SMAN 1 Painan tahun 2007, juga tetap merupakan langkah yang sangat tepat bagi dia dan keluarganya.

Sebab pilihan yang diawali oleh dorongan orang tua itu dia jalani dengan serius dan sepenuh hati baik saat masih di bangku kuliah maupun setelah menjadi seorang tenaga pendidik di SMKN 1 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Berkat keseriusan itu, sehingga berbagai prestasi berhasil didapatkan oleh guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Painan jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) tersebut.

Ketika ditemui Padang Ekspres Kamis (16/2) di SMKN 1 Painan, Intan kelahiran Kampung Sago, Nagari Sago Salido, Kecamatan IV Jurai, 30 tahun silam itu dengan ramah mempersilahkan Padang Ekspres duduk di sofa ruang tamu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dengan juga ditemani segelas kopi hangat.

"Saat masih SD hingga SMA, saya bercita-cita ingin menjadi seorang psikolog. Cita-cita ini saya pilih karena waktu itu saya sering dijadikan sebagai teman curhat oleh teman-teman. Karena melalui curhat itu banyak teman-teman yang terbantu, sehingga saya merasa cocok menjadi seorang psikolog nantinya," jelas Intan.

Namun dikatakan Intan cita-citanya itu berbeda dengan keinginan ibunya Yefri Lianti 60, ketika itu. "Dengan latar belakang pendidikan ibu tamat dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dulunya, sehingga beliau mendorong saya untuk melanjutkan kuliah di jurusan pendidikan. Karena tidak ingin mengecewakan ibu, sehingga ketika tamat SMAN 1 Painan tahun 2007 saya melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) Jurusan Pendidikan Ekonomi di Fakultas Ekonomi," katanya.

Dia menjelaskan bahwa sebagai anak pertama dari dua orang bersaudara pasangan Sunardi (alm) dengan Yefri Lianti, dia memang sudah terbiasa mandiri dari sejak kecil, termasuk juga dalam membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

"Kemandirian itu muncul karena saya terlahir dari keluarga yang sederhana dengan profesi ayah ketika masih hidup sebagai sopir, yang ditopang dengan penghasilan tambahan oleh ibu dengan membuka usaha membuka warung nasi. Sebab saat ayah masih hidup, ibu dan adik saya tinggal di Jakarta, dan saya tinggal dengan saudara ibu di kampung halaman," ujarnya.

Karena kemandirian dan memiliki jiwa wirausaha itu, sehingga saat masih SMA dan di masa kuliah, Intan tetap berupaya agar bisa memiliki penghasilan sendiri. Bahkan juga sempat menekuni profesi sebagai seorang penyiar di beberapa radio swasta yang ada di Pessel di waktu luar sekolah dan kuliah.

"Kalau di rentang waktu masuk kuliah tahun 2007 hingga diwisuda tahun 2013, memang waktunya cukup lama karena mencapai enam tahun. Namun bukan karena saya tidak menuntaskan mata kuliah. Tapi saat masih kuliah setelah melakukan Praktek Lapangan (PL) di SMKN 1 Painan, saya di SK kan oleh UNP untuk melaksanakan Praktek Lapangan Kependidikan (PLK) di SMKN 1 Painan itu selama enam bulan di tahun 2010," ujarnya.

Setelah 1 tahun melakukan PL dan PLK di SMKN 1 Painan, Intan oleh pihak UNP dipindahkan lagi ke SMKN 1 Sarolangun Provinsi Jambi untuk melaksanakan PLK lagi selama delapan bulan dalam rentang waktu tahun 2011-2012.

"Sebelum kembali ke kampus pada 2012 untuk menyelesaikan skripsi, pada pertengahan tahun 2011 itu saya juga melangsungkan pernikahan dengan pilihan hati saya Deprianto 36. Dari pernikahan ini kami dikaruniai tiga orang anak diantaranya, Aqil Falah 11, Atif Farzana 9, dan Aniq Fawwas 2," jelas Intan lagi.

Dia menambahkan bahwa tahun 2014 atau setelah satu tahun wisudah, dia kembali masuk dan mendaftar sebagai guru honorer di SMKN 1 Painan pada jurusan MPLB, yang kebetulan saat itu tengah membutuhkan. Selama menjadi tenaga pendidik, dia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program-program kependidikan yang ada.

Melalui upaya itu sehingga selain mampu sebagai penyumbang untuk memajukan sekolah, dia juga berhasil mendapatkan berbagai prestasi, hingga mengharumkan sekolah itu baik di tingkat daerah, provinsi hingga di tingkat nasional.

Ibu tiga anak yang juga pernah mendapatkan beasiswa master trainer Orbit Guru Merdeka itu telah mengikuti beberapa program pendidikan dan pelatihan melalui seleksi yang ketat.

"Diantaranya mengikuti Bimtek Guru Pembimbing Khusus (GPK) tahun 2020 yang seleksinya melalui prosedur yang panjang dan alot. Sebab GPK itu berhubungan dengan sekolah penyelenggara inklusi atau siswa berkebutuhan khusus. Kebetulan tahun 2020 itu di SMKN 1 Painan ini ada lima orang siswa yang berkebutuhan khusus. Lima siswa itu diantaranya ada yang autis, disleksia, disabilitas, dan anak slow learner," ujar kepala program keahlian MPLB ini lagi.

Ditambahkannya bahwa melalui sertifikat Bimtek GPK yang dia ikuti itu, sehingga sekarang SMKN 1 Painan dijadikan sebagai salah satu sekolah penyelenggara pendidikan Inklusi di Pessel.

"Dalam melakukan bimbingan terhadap siswa berkebutuhan khusus ini saya juga dibantu oleh teman-teman dari guru BK. Karena sebelumnya mereka juga telah pernah mengikuti pelatihan sejenis, namun belum memiliki sertifikat. Untuk saat ini tercatat ada sebanyak 21 orang siswa yang berkebutuhan khusus di sini. Mereka tetap berbaur dalam satu kelas dengan yang lainnya agar mereka tidak merasa terasing, dan tetap bisa bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-temannya di sekolah. Namun mata pelajarannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing," terangnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Beni Astario, menjelaskan kepada Padang Ekspres bahwa Intan Sari Ramadhani, merupakan salah satu guru berprestasi di SMKN 1 Painan.

"Selain telah memiliki sertifikat GPK, dia juga sudah dinyatakan sebagai salah satu guru penggerak sejak tahun 2021. Bahkan pada Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 itu dia juga terpanggil ke Jakarta untuk mengikuti peringatan HGN. Dia juga merupakan penggerak komunitas dan terdaftar di Platform Merdeka Mengajar (FMM) sebagai penggerak komunitas. Bahkan pada Oktober 2022 juga terpilih sebagai kontributor FMM secara nasional," ujarnya.

Pada bulan Agustus 2022 terpilih pula menjadi 30 guru terbaik secara nasional dalam program Digital Talent Development for Teachers, tentang ekonomi digital di Indonesia. Serta juga sebagai peserta Wardah Inspiring Teacher yang lolos hingga tahap ketiga.

Selanjutnya pada November 2022 terpilih pula mengikuti webinar dalam kegiatan Pekan Komunitas Sekolah Berbagi (PKSB) di Expo Kemayoran Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Kepala SMKN 1 Painan, Syamsul Mardan, menambahkan bahwa sebagai guru yang sudah diangkat menjadi pegawai PPPK sejak tahun 2021 serta juga telah mendapatkan sertifikasi sejak tahun 2019 itu, dia memang patut mendapat apresiasi dari banyak talenta dan prestasi yang didapatkan.

"Saya katakan demikian karena prestasi dan talenta itu tidak saja dia dapatkan di lingkungan sekolah sebagai tenaga pendidik, tapi juga dalam keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Saya berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik lainnya di daerah ini untuk juga bisa berprestasi mengharumkan nama sekolah dan daerah baik ditingkat provinsi maupun nasional," ucapnya.

"Sekarang Intan Sari Ramadhani, juga dipercaya menjadi ketua di berbagai penggerak komunitas. Baik komunitas belajar guru vokasi, Kembeg MPLB Bispa, maupun MGMP OTKP Pessel, dan lainnya. Kepercayaan itu dia dapatkan memang berkat kemampuan dan keahlian yang dia miliki sebagai tenaga pendidik di SMKN 1 Painan ini. Bahkan tahun 2023 ini dia juga terpilih mendapatkan beasiswa Master Trainer Orbit Guru Merdeka," timpal Syamsul Mardan. (yon) Editor : Novitri Selvia
#guru berprestasi #SMKN 1 Painan #Intan Sari Ramadhani #HGN