PADEK.JAWAPOS.COM-Berkembangnya teknologi yang semakin pesat menghapuskan ingatan anak dari berbagai macam permainan tradisional. Perkembangan teknologi membuat anak terlena dan mengkonsumsinya bulat-bulat, tanpa memikirkan efek sampingnya. Anak banyak menyalahgunakan perkembangan teknologi, merasa bangga dengan permainan yang baru.
Duduk berjam-jam hanya untuk bermain game, fecebook-an, dan sebagainya. Hadiah apa yang didapat dengan main game? Apakah dapat piala penghargaan? Membaut tenar? Tidak bukan? Hanya membuat penat dan mengumpulkan lemak dalam tubuh serta menghabiskan uang, hanya terkurung dalam ruangan tampa mengeluarkan keringat.
Apakah itu sehat? jawabnya pasti tidak. Ayo mulai lirik permainan tradisional yang kaya akan manfaat. Nilai positif yang dapat dipetik dari permainan tradisional untuk dijadikan pedoman hidup, misalnya kerja sama, kemandirian, kekompakan, strategi, disipilin, gotong royong, cinta alam, cinta lingkungan dan kreativitas.
Kerja Sama merupakan salah satu pemiju keberhasailan seperti sapu yang terbuat dari ijuk . Kalau hanya satu ijuk tidak akan bisa membawa debu yang halus tapi kalau ada gumpalan ijuk yang disusun rapi pasti akan berhasil membawa debu. Nah kita sebagai pendidik sangat membutuhkan kerja sama untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh siswa.
Mandiri artinya bisa melakukan sesuatu tampa bantuan orang lain. Kekompakan merupakan bagian untuk mencapai keberhasilan dan kemenangan. Contoh saja bermain sepak bola, sebelas orang pemain untuk memperubutkan satu bola dengan harapan dapat digiring ke gol lawan. Strategi merupakan target untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Disiplin yang dimaksud disini adalah disipilin waktu. Permainan tradisional banyak mengajari kita berdisiplin dengan waktu. Gotong royong adalah salah satu cara untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Cinta alam itu adalah kegiatan diluar ruangan yang menggunakan alam sebagai media bermaian.
Selain itu permaianan tradisional dapat mengembangkan kecerdasan sosial dan emosi. Anak akan lebih bisa melatih kemampuan emosinya saat berinteraksi dengan sesama atau orang-orang diekelilingnya pada saat bermain permaianan tradisional. Permain bisa membantu menyelesaikan konflik yanng sedang dialami dengan temanya.
Permaian tradisional dapat meningkatkan kemampuan motorik halus dan kasar pada anak. Karena permainan tradisional mengharuskan anak bergerak secara aktif. Seringnya anak bergerak membantu meningkatkan perkembangan fisik anak yang berujung kepada kemampuan motorik halus dan kasar.
Anak akan memiliki kemampuan motorik yang baik sehingga otot-otot anak pasti terlatih gerakan fisik dari yang ringan hingga gerakan rumit. Meningkatkan kreatifitas adalah hal yang tidak terlepas dari permainan ptardisional karena anak akan berkreasi sesuai dengan kemampuanya membuat media sebelum bermain.
Misalnya main perang-perangan, untuk berperang tentu butuh pistol-pistolan, anak akan mencari tau bagaimana membuatnya, maka akan lahirlah ide-ide atau kreasi baru. Pastinya mereka saling membanggakan hasil krasinya msing-msing, maka trjadilah daya saing yang positif antara anak.
Beberapa permaian trdisional yang kaya akan manfaat di antaranya adalah, seperti bakiak terbuat dari kayu yang tebalnya sepuluh senti meter diberi setengah lingkaran di atasnya menggunakan karet ban. Dipasang enem buah yang berjarak tiga puluh senti meter. Untuk bermainya beranggotakan enem orang.
Permainan ini membutuhkan kerjasama yang baik dalam satu kelompok untuk bisa berjalan dengan menggunakan tangkelek sehingga sampai finis dengan selamat. Satu langkah satu ayun untuk mencapai kemenangan. Permainan ini dapat mengajarkan siswa bekerja sama, adanya kekompakan dan disiplin waktu.
Enggrang terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang dua meter. Lima puluh senti dari bawah diberi lobang dan penyanggah untuk meletakan kaki. Permainan tradisional seperti enggrang dapat membuat kita mandiri karena enggrang adalah perpanjangan kaki untuk berjalan. Disaat kita berjalan menggunakan enggrang perlu kemandirian untuk belajar menyeimbangkan tubuh disaat berjalan.
Seperti disekolah guru menuntut siswa untuk mandiri dalam segala hal. Mandiri membuat tugas, mandiri menjawab soal. Permainan tradisional ini juga merupakan permainan tradisional yang membuat anak menjadi lebih kreatif. Permain engrang ini akan mengajar anak melakukan keseimbangan tubuh yang lebih baik. Permainan engrang ini pasti menimbulkan keceriaan bagi setiap pemain yang memainkannya.
Petak umpat Permainan tradisional banyak membutuhkan strategi yang matang untuk memenangkan permainan. Misalnya main petak umpet, disini kita mentargetkan untuk tidak terlihat oleh sipenjaga dimana kita bersembunyi tapi kita harus punya strategi agar dapat sampai di tempat penjagaan.
Kelebihan dari permainan ini adalah keterampilan motorik anak terlatih. Anak akan terbiasa aktif dan berfikir dimana tempat persembunyian yang cocok. Tokok lele permainan tradisional yang terbuat dari dua kayu bulat. Satu dengan panjang enam puluh senti meter dan yang satu lagi berukuran dua puluh senti meter.
Kemudian buat lobang persegi emapat ditanah. Lalu letakan kayu yang berukuran dua puluh senti meter dengan cara disandarkan setengahnya sehingga setengahnya lagi menonjol keatas. Kemudian pukul bagian yang menonjol dengan kayu yang ukuran enem puluh senti meter, setelah melambung pukul lagi sekencang-kencangnya.
Congklak merupakan permaian mengasah otak anak karena memerlukan trategi untuk mengumpulkan anak conglak sebanyak mungkin agar memenamgkan permain. Conglak merupakan permaian yang dilakukan menggunakan sebuah papan dan biji bijian. Papan tersebut memiliki cekungan yang menjorok kedalam sebagai wadah menaruh biji bijian.
Terdapat empat belas cekungan kecil yang saling berhadapan dan dan dua cekungan besar di setiap sisi sebagai tempat menyimpan biji bijian yang dikumpulkan. Setiap pemain harus mengumpulkan sebanyak banyak biji bijian pada masing masing cekungan dengan mengitari setiap cekungan sambil memasukan satu biji bijian pada satu cekungan.
Permainan yang dimainkan oleh dua orang ini bermanfaat untuk melatih otak kanan dan otak kiri dengan memikirkan strategi yang tepat untuk mengumpulkan biji bijian sebanyak banyaknya. Selain itu kemampuam mengingat dan berhitung sangat diandalkan dalam permainan ini.
Layangan mengasah kreatifits anak karena layangan dibuat sendiri sebelum diterbangkan. Membuat layanga membutuhkan bahan seperti bambu, pisau, tali pengikat, lembaran kertas atau palastik. Nah disini anak akan membuat layangan, maka kreatifitasnya akan muncul karena butuh keseimbangan mulai dari menyeimbangan banbu yang telah diraut sampai layangan bisa terbang.
Permainan ini sangat membentuk motorik anak karena anak banyak bergerak sehingga membuat anak sehat. Permainan tradisioanal memang banyak manfaatnya, terutama motorik anak. Anak akan banyak bergerak sehingga lemak yang ada didalam tubuh akan terbakar maka berat badan akan seimbang.
Nah sekarang begitu banyak anak yang obesitas. Ini sebabkan karena berjam-jam menggunakan gawai untuk main. Bertumpuklah lemak dan keringat dalam tubuh sehingga memicu penyakit. Ayo beralih kepermainan tradisional tampa meninggalkan perkembangan zaman dan teknologi. (Reni Marlina,S.Pd, GURU SMPN 3 KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN)
Editor : Novitri Selvia