Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menyampaikan bahwa perbaikan sarana dan prasarana sekolah telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang.
Namun demikian, katanya, kebutuhan di luar RPJMD juga segera dihitung agar tidak ada sekolah yang tertinggal dalam pemenuhan infrastruktur dasar.
“Kita ingin sekolah-sekolah di Padang memiliki standar yang baik. Sekolah yang masih kekurangan infrastruktur dasar atau membutuhkan perbaikan mendesak segera didata. Prinsipnya, tidak boleh ada sekolah yang tidak layak. Semua ini bagian dari upaya mewujudkan visi Padang Juara yang juga sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo,” jelas Fadly Amran.
Wali Kota Padang itu juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah berupaya mewujudkan program sekolah full day di seluruh sekolah.
Menurutnya, metode pembelajaran dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai menjadi syarat utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Full day school harus membuat anak-anak nyaman. Setelah jam istirahat, mata pelajaran sebaiknya lebih ringan dan menarik agar mereka betah di sekolah. Fasilitas di luar jam belajar juga dipenuhi sesuai kebutuhan, baik berupa ruang seni, sarana olahraga, maupun sarana ibadah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, memaparkan bahwa berdasarkan hasil survei, masih terdapat sekitar 310 sekolah di Kota Padang yang membutuhkan perbaikan sarpras.
“Untuk anggaran tahun 2026, kita telah menyiapkan sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan dan perbaikan sarana prasarana. Dana ini dialokasikan untuk empat SD dan empat SMP, di antaranya SDN 03 Alang Laweh, SMPN 28 Padang, serta pembangunan musala di SMPN 2 Padang ini,” ujar Yopi.
Ia menambahkan, penambahan ruang kelas baru akan terus dihitung sesuai kebutuhan, dengan prioritas pada jenjang SMP sebelum dilanjutkan ke sekolah dasar.
“Pada tahun 2026 juga direncanakan pembangunan satu unit sekolah baru, yakni SMP di PPI Muaro Anai. Tanahnya sudah dihibahkan masyarakat, sehingga kita hanya perlu menyiapkan perencanaan pembangunannya,” tutup Yopi.(*)
Editor : Heri Sugiarto