Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Asesmen Dalam Semangat Harkitnas

Adriyanto Syafril • Senin, 25 Mei 2026 | 08:20 WIB
Murid SMP Negeri 30 Padang sedang melaksanakan Asesmen Akhir Sekolah (AAS) bagi seluruh siswa kelas IX. terlihat siswa diberi pengarahan sebelum ujian 
beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Murid SMP Negeri 30 Padang sedang melaksanakan Asesmen Akhir Sekolah (AAS) bagi seluruh siswa kelas IX. terlihat siswa diberi pengarahan sebelum ujian beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Zahratil Husna - Guru SMP Negeri 30 Padang

Minggu lalu, SMP Negeri 30 Padang berada dalam atmosfer yang cukup istimewa dan sarat makna.

Bersamaan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh tepat pada tanggal 20 Mei 2026, sekolah kami tengah melaksanakan agenda krusial: Asesmen Akhir Sekolah (AAS) bagi seluruh siswa kelas IX.

Selama lima hari, mulai Senin, 18 Mei hingga Jumat, 22 Mei 2026, ruang-ruang kelas kami tidak lagi sekadar menjadi tempat duduk, melainkan telah bertransformasi menjadi medan perjuangan intelektual, di mana integritas, kejujuran, dan karakter diuji di atas lembar-lembar soal yang penuh tantangan.

Jika 118 tahun lalu dr. Sutomo bersama para pemuda perintis menggagas kebangkitan nasional sebagai respons terhadap keterpurukan dan ketertinggalan bangsa, maka hari ini, di SMP Negeri 30 Padang, kami memaknai spirit Harkitnas dengan cara yang lebih kontekstual.

Kami meyakini bahwa kebangkitan Indonesia di masa depan tidak dimulai dari podium-podium besar, melainkan dari ketenangan, keseriusan, dan kejujuran di dalam setiap ruang ujian.

Pelaksanaan AAS sejak Senin (18/5) berjalan dengan khidmat dan tertib. Sebelum memulai ujian, setiap pagi siswa dikumpulkan  mengikuti pembiasaan positif: doa bersama dan penguatan motivasi yang dipimpin langsung Kepala Sekolah, Agusrial, S.Pd.

Inilah momen “kebangkitan rohani” sebelum siswa bergelut dengan angka dan logika. Kepala Sekolah senantiasa menekankan, ujian ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan sebuah anak tangga mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Di sini, kami ingin mereka menyadari setiap butir soal adalah kesempatan membuktikan kualitas diri.

Kebangkitan sebuah bangsa tentu membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga sehat secara fisik dan tangguh secara mental.

Menariknya, selama AAS berlangsung, SMP Negeri 30 Padang secara konsisten menerapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami sangat memahami bahwa proses berpikir tingkat tinggi membutuhkan asupan nutrisi yang mumpuni.

Kami memastikan stamina dan fokus siswa kelas IX terjaga dengan asupan nutrisi yang higienis dan terjamin kualitasnya. Dengan tertib, makanan disajikan menggunakan wadah (omprengan) yang higienis dan disantap bersama di kelas masing-masing saat jam istirahat. Suasana santap bersama ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, melainkan menciptakan ikatan kekeluargaan yang erat antar sesama siswa sebelum mereka kembali fokus menghadapi ujian di sesi berikutnya.

Langkah strategis juga diambil untuk menjaga konsentrasi ujian. Sejalan dengan imbauan Dinas Pendidikan Kota Padang, proses belajar mengajar untuk kelas VII dan VIII dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama pekan ujian berlangsung. Langkah ini diambil bukan untuk meliburkan siswa, melainkan agar pelaksanaan ujian utama berjalan lebih khusyuk dan terkonsentrasi.

Meski belajar dari rumah, hak belajar siswa kelas VII dan VIII tetap terpenuhi dengan baik. Mereka tetap dipantau aktif oleh guru mata pelajaran melalui platform digital sekolah. Bahkan, untuk mendukung program MBG, pihak orang tua atau wali murid diundang ke sekolah secara bergantian untuk menjemput paket makanan bergizi tersebut sesuai jadwal yang telah diatur. Fenomena ini menunjukkan adanya sinergi gotong royong antara sekolah dan orang tua yang menjadi fondasi utama kebangkitan pendidikan kita di masa depan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti, meski tantangan di depan mata selalu menuntut adaptasi.

Pelaksanaan ujian pada periode 18–22 Mei 2026 ini adalah potret nyata dari perpaduan antara teknologi, kedisiplinan, dan kepedulian. Panitia Ujian SMPN 30 Padang bergerak sangat cepat melakukan koordinasi akhir guna memastikan distribusi soal serta kesiapan ruang ujian aman tanpa kendala sedikit pun.

 Sementara itu, para pengawas ujian senantiasa mengikuti briefing pagi untuk menjaga objektivitas penilaian, memastikan bahwa nilai yang lahir dari AAS ini adalah nilai yang murni, jujur, dan berintegritas.

Di hari Kebangkitan Nasional (20/5) yang jatuh tepat di tengah pekan ujian, kami diingatkan kembali bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Melalui kesiapan sarana prasarana yang matang serta komitmen seluruh warga sekolah, SMP Negeri 30 Padang optimistis dapat melahirkan lulusan yang jujur, berprestasi, dan berkarakter mulia.

Asesmen Akhir Sekolah tahun ini mungkin akan menjadi kenangan terakhir yang membekas bagi siswa kelas IX di SMPN 30 Padang. Namun, spirit yang kami tanamkan, tentang pentingnya nutrisi bagi pikiran, kedisiplinan dalam bertindak, dan integritas dalam berkarya adalah pelajaran yang akan mereka bawa selamanya.

Untuk anak-anakku kelas IX, selamat menempuh Asesmen Akhir Sekolah. Jadikanlah setiap lembar soal yang kalian kerjakan minggu lalu sebagai bukti bahwa generasi muda SMPN 30 Padang siap bangkit, siap berkompetisi, dan siap mengharumkan nama bangsa. Kita semua berharap, semoga apa yang telah diupayakan selama lima hari ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk bangkit menuju masa depan yang gemilang. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Kota Padang