Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tanah Bergerak Rusak 49 Rumah di Gunuang Omeh, Ratusan Warga Akan Direlokasi

Arfidel Ilham • Rabu, 10 Desember 2025 | 10:35 WIB

Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.(DOK.PRIBADI)
Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.(DOK.PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bencana alam berupa pergerakan tanah atau likuifaksi di Jorong Aiaangek, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Limapuluh Kota, menyebabkan puluhan rumah rusak dan memaksa warga direlokasi.

Pergerakan tanah tersebut merusak struktur bangunan dan mengancam keselamatan penghuni. Sedikitnya 49 unit rumah mengalami kerusakan terparah.

Hal ini disampaikan Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, saat diwawancarai Padang Ekspres melalui pesan WhatsApp, Selasa (9/12). Ia menjelaskan bahwa warga terdampak direncanakan direlokasi ke kawasan yang lebih aman.

“Akan dibuatkan hunian sementara yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman masyarakat sekarang. Kemudian untuk hunian tetap, tokoh-tokoh adat sedang membicarakan dan menetapkan lokasi yang lebih aman,” terang Apri Yulianto.

Ia menambahkan, bencana tanah bergerak di Kecamatan Gunuang Omeh terutama terjadi di Nagari Kototinggi, dengan kondisi terparah di Jorong Aiaangek. Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau sekitar 543 jiwa terdampak.

Kondisi warga Selasa (9/12) dinyatakan aman. Mereka telah mendapatkan pemantauan kesehatan serta bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, dan perlengkapan lainnya dari berbagai pihak, termasuk perorangan, kelompok, komunitas, perusahaan, dan sumber bantuan lainnya.

“Saat ini kesehatan warga korban bencana terpantau aman. Kebutuhan pokok juga tersedia dan mencukupi. Semoga ke depan akan bisa lebih baik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Apri Yulianto.

Curah hujan tinggi pada akhir November lalu menyebabkan sejumlah kerusakan di Kecamatan Gunuang Omeh. Selain tanah bergerak, beberapa pohon tumbang menimpa rumah warga, dan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan.

“Satu titik di Jalan Tan Malaka dan empat titik di jalan kabupaten menuju Museum PDRI Kototinggi mengalami kerusakan parah, dengan sebagian badan jalan terban bahkan ada yang patah,” tambahnya.

Dampak terparah berupa tanah retak dan bergeser, yang mengakibatkan rumah warga rusak dan menimbulkan kecemasan. Warga terdampak telah dievakuasi ke Masjid Tazkir Jorong Aiaangek.

Terkait kebutuhan relokasi dan pembangunan hunian bagi korban, sebelumnya Bupati Limapuluh Kota, Safni, meminta pemerintah Nagari Kototinggi dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi.

“Kita berharap niniak mamak dan pemerintah nagari bisa segera menemukan lahan untuk relokasi bagi warga korban bencana, sehingga pemukiman yang berisiko bergerak dan mengancam jiwa tidak lagi dijadikan tempat bermukim. Pemerintah kecamatan juga diharapkan berkoordinasi dengan cepat terkait kebutuhan yang diperlukan,” ujar bupati pada Senin (8/12). (fdl)

Editor : Novitri Selvia
#Gunuang Omeh #relokasi pemukiman #Nagari Kototinggi #likuifaksi #Safni