Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pria Terseret Arus Deras Sungai di Limapuluh Kota, Tim SAR Lakukan Pencarian

Randi Zulfahli • Minggu, 28 Desember 2025 | 22:06 WIB

Seorang pria dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Pantai Lubna, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu sore (28/12/2025).
Seorang pria dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Pantai Lubna, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu sore (28/12/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Seorang pria dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Pantai Lubna, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu sore (28/12/2025).

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengatakan laporan orang hanyut diterima dari BPBD Limapuluh Kota sekitar pukul 16.15 WIB.

“Korban dilaporkan terseret arus saat mencoba menyeberangi sungai,” ujar Hendri dalam keterangan tertulis, Minggu malam.

Korban diketahui bernama Mak Arus (57), warga Nagari Sialang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika korban berupaya menyeberangi sungai dengan kondisi debit air tinggi.

Arus yang kuat membuat korban gagal mencapai seberang. Saat mencoba kembali, tubuh korban justru terseret arus hingga hilang dari pandangan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang melalui Pos SAR Limapuluh Kota mengerahkan tujuh personel rescuer pada pukul 16.28 WIB.

Tim diberangkatkan menuju titik terakhir korban terlihat atau last known position (LKP) di koordinat 0°14'11.00"U – 100°27'25.00"T.

Perjalanan darat menuju lokasi menempuh jarak sekitar 109 kilometer dengan estimasi waktu tiga jam. Tim tiba pada malam hari untuk melakukan koordinasi dan penyisiran awal.

Hendri menyebut operasi pencarian terkendala arus sungai yang masih deras serta hujan di lokasi kejadian dengan kecepatan angin sekitar delapan knot.

“Faktor penghambat utama adalah arus sungai yang sangat kuat,” katanya.

Dalam operasi ini, tim dibekali perahu karet, kendaraan operasional, peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, serta peralatan evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR bersama unsur potensi daerah terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Pantai Lubna. (CC1)

Editor : Hendra Efison
#orang hanyut Limapuluh Kota #Sungai Pantai Lubna #pencarian Tim SAR Padang #kecelakaan sungai Sumbar