PADEK.JAWAPOS.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang kembali menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan tinggi kesehatan dengan mewisuda 140 lulusan pada Wisuda ke-XXVIII Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 pada 6 Juni 2026 di Hotel Truntum Padang.
Prosesi yang berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka tersebut menjadi momentum penting bagi kampus farmasi terkemuka di Sumatera Barat dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Ketua STIFARM Padang, Prof. Dr. rer. nat., apt. H. Auzal Halim, menyampaikan bahwa wisuda kali ini meluluskan 25 sarjana farmasi dan 115 apoteker baru. Dengan penambahan tersebut, jumlah alumni STIFARM Padang kini mencapai 2.154 sarjana farmasi yang telah mengabdi di berbagai sektor kesehatan di seluruh Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa Program Studi Profesi Apoteker STIFARM Padang mencatat tingkat kelulusan Uji Kompetensi Nasional yang membanggakan, yakni mencapai 96,6 persen pada periode Maret 2026. Capaian tersebut menjadi indikator kualitas pendidikan yang terus dijaga dan ditingkatkan oleh institusi.
Saat ini STIFARM Padang memiliki 1.205 mahasiswa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia. Mahasiswa tersebut berasal dari Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan, Pulau Jawa hingga negara tetangga Malaysia.
Tingginya minat masyarakat terhadap STIFARM juga terlihat dari penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, di mana sebanyak 253 mahasiswa diterima dari total 1.048 pendaftar.
Selain itu, Program Studi Profesi Apoteker angkatan VII dan VIII juga diikuti oleh lulusan STIFARM maupun alumni berbagai Program Studi Sarjana Farmasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dari sisi kelembagaan, STIFARM Padang telah meraih Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari BAN-PT dengan nilai yang mendekati kategori unggul. Selain itu, kampus ini terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan fasilitas laboratorium modern, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta peningkatan kualitas sumber daya dosen.
Dalam bidang sarana dan prasarana, seluruh ruang kuliah STIFARM Padang telah dilengkapi fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, termasuk ruang ber-AC dan laboratorium dengan peralatan modern yang terus diperbarui setiap tahun.
Fasilitas laboratorium yang dimiliki bahkan disebut telah melampaui standar minimal yang ditetapkan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), sehingga mampu mendukung proses pembelajaran dan penelitian mahasiswa secara optimal.
Kurikulum yang diterapkan STIFARM Padang juga telah berbasis Outcome Based Education (OBE), yaitu sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik dan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah (soft skill) yang dibutuhkan dalam profesi kefarmasian.
Saat ini STIFARM memiliki delapan dosen bergelar doktor dan dalam waktu dekat jumlah tersebut akan bertambah menjadi 15 orang.
Yayasan Pendidikan Tinggi Ilmu Kesehatan (YPTIK) Padang juga terus memberikan dukungan melalui program beasiswa studi lanjut bagi dosen ke jenjang doktoral di dalam maupun luar negeri.
Pada tahun ini, salah satu dosen STIFARM berhasil menyelesaikan program Ph.D di Birmingham, Inggris, sementara sejumlah dosen lainnya masih menempuh studi doktoral dan diproyeksikan segera menyelesaikan pendidikannya.
Penguatan kualitas sumber daya manusia tersebut juga menjadi bagian dari persiapan STIFARM Padang dalam mengembangkan program akademik baru.
Dalam waktu dekat, kampus ini berencana mengusulkan pembukaan Program Studi Magister (S2) Farmasi guna memperluas akses pendidikan tinggi kefarmasian di Sumatera Barat dan Indonesia.
Tidak hanya unggul di bidang akademik, mahasiswa STIFARM Padang juga menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat regional dan nasional.
Berbagai penghargaan berhasil diraih dalam kompetisi ilmiah, debat, keterampilan klinis, hingga olahraga yang semakin memperkuat reputasi kampus sebagai salah satu institusi pendidikan farmasi terbaik di wilayah Sumatera.
Pada ajang Pekan Ilmiah Wilayah (PIMWIL) Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Sumatera II, mahasiswa STIFARM Padang berhasil meraih gelar juara umum.
Prestasi tersebut diperoleh melalui raihan juara pertama dan kedua pada lomba Patient Counseling Event (PCE), juara pertama sekaligus penghargaan The Best Speaker pada lomba debat, juara pertama dan kedua pada Clinical Skill Event (CSE), serta juara pertama pada cabang poster ilmiah dan cerdas cermat.
Prestasi serupa juga ditorehkan pada ajang PIMFARM se-Sumatera Barat. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa STIFARM berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga pada Lomba Cerdas Cermat, juara kedua lomba poster ilmiah, serta juara ketiga pada lomba Patient Counseling Community (PCC).
Sementara pada ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), tim STIFARM berhasil menjadi semifinalis Wilayah I Sumatera, meraih peringkat terbaik ketiga, serta penghargaan pembicara terbaik peringkat enam dan sepuluh pada tingkat LLDIKTI Wilayah X. Atas capaian tersebut, STIFARM dipercaya menjadi salah satu perwakilan perguruan tinggi dari LLDIKTI Wilayah X untuk mengikuti KDMI tingkat nasional.
Prestasi mahasiswa STIFARM juga berlanjut pada berbagai kompetisi nasional. Tim debat STIFARM berhasil meraih juara ketiga dan penghargaan Best Speaker kedua pada Debat Nasional Sosfair Universitas Andalas.
Dalam empat tahun terakhir, dosen STIFARM juga aktif menghasilkan karya ilmiah dengan total 149 publikasi nasional dan internasional, termasuk 35 artikel yang terindeks Scopus.
Berdasarkan hasil tracer study, alumni STIFARM Padang telah bekerja di berbagai sektor strategis, mulai dari rumah sakit, apotek, puskesmas, industri farmasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), perguruan tinggi, hingga institusi militer dan pemerintahan.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, menjaga nama baik almamater, serta terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan maupun pengembangan profesi secara berkelanjutan. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril