"Innalilllahi wa inna ilaihi raji'un, kami menyampaikan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Doa kami bagi semua yang terdampak agar diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang amat berat ini," ucap Anies Baswedan dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Rabu (13/3/2024).
Anies mendokan korban jiwa yang berjumlah lebih dari 30 orang, semuanya wafat dalam keadaan husnul khatimah dan di bulan Ramadhan ini ditinggikan derajatnya serta dimuliakan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT.
"Dan, korban-korban yang hilang, insya Allah diberikan kemudahan untuk ditemukan dan nantinya bisa kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat wal'afiat," ucapnya.
Innalilllahi wa inna ilaihi raji'un, kami menyampaikan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Doa kami bagi semua yang terdampak agar diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang amat berat ini.… pic.twitter.com/AxjO4wBtIZ— Anies Rasyid Baswedan (@aniesbaswedan) March 13, 2024
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas dan relawan yang hadir di garis depan untuk menyelamatkan saudara sebangsa dan meringankan beban warga di daerah bencana.
Dengan dukungan bersama, diharapkannya terjadi pemulihan yang lebih cepat dan berkelanjutan. "Kami mengajak kepada kepada semua, mari kita bergandengan tangan memberikan dukungan, baik itu tenaga, materi maupun doa untuk membantu saudara-saudara kita di Sumbar. Mari tunjukkan solidaritas kita sebagai bangsa," imbaunya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 12 kabupaten dan kota di Sumbar terdampak bencana banjir dan longsor pada Kamis 7 Maret 2024 lalu.
Saat ini, telah lima daerah yang menetapakan status tanggap darurat. Yakni, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Padangpariaman, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai.
Hingga Senin (11/3/2024), total korban jiwa atas bencana hidrometeorologi di Sumbar berjumlah 32 orang, dengan rincian 23 meninggal dunia dan 6 dalam pencarian di Pesisir Selatan. Kemudian, 3 orang meninggal dunia lainnya di Kabupaten Padangpariaman.(*)
Editor : Heri Sugiarto