Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Prabowo untuk memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh bangsa yang sangat ia hargai.
Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo terlihat menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada Emil Salim, seorang tokoh penting dalam pembangunan lingkungan hidup di Indonesia.
Setibanya di kediaman tokoh asal Nagari Koto Gadang Agam Sumatera Barat itu, Prabowo menyapa dan menyalaminya dengan penuh kehangatan.
“Saya minta maaf baru bisa datang ke rumah Anda, Pak Emil. Luar biasa, Pak Emil,” ungkap Prabowo dengan penuh rasa hormat.
Emil Salim pun merespons dengan keramahan, “Mestinya saya yang ke depan untuk menyambut Anda.” Namun, Prabowo menegaskan, “Enggak, enggak, enggak. Luar biasa, Pak Emil. Minta maaf saya baru datang sekarang ini.”
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo terlihat mendengarkan dengan seksama saat Emil berbicara, bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Hal ini menunjukkan penghormatan Prabowo terhadap pemikiran dan pengalaman Emil, yang pernah menjabat sebagai menteri di berbagai periode pemerintahan.
Prabowo juga menegaskan bahwa Emil adalah sosok yang patut dicontoh, terutama oleh para pejabat negara.
Menurutnya, Emil adalah contoh nyata seorang pejabat negara yang memiliki orientasi pengabdian kepada negara, terutama di era pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto.
“Inti yang saya tangkap dari beliau, beliau mengingatkan bahwa seorang menteri adalah seorang pejabat negara, dan berarti orientasi pengabdiannya adalah untuk negara,” kata Prabowo.
Pesan-pesan Emil juga disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada hari yang sama di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Kita memang ada yang berasal dari partai politik, ada yang berasal dari organisasi kemasyarakatan, dunia akademi, dunia keilmuan, atau LSM. Tetapi begitu kita disumpah, begitu kita menjabat sebagai pejabat negara, orientasi kita adalah untuk negara,” tegas Prabowo di hadapan para menteri.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintahannya terus berupaya memberikan bukti nyata kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Dalam situasi global yang penuh ketegangan, Indonesia mampu menjaga stabilitas, kedamaian, dan kesejukan.(*)
Editor : Heri Sugiarto