Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Volume Sampah Kota Padang Tertinggi di Sumatera Barat, Swasta yang Belum Berperan Diminta Merapat  

Hendra Efison • Rabu, 12 Februari 2025 | 13:56 WIB

Berdasarkan data, timbunan sampah di Kota Padang didominasi dari rumah tangga 462 ton per hari, dan pasar 88-100 ton per hari.
Berdasarkan data, timbunan sampah di Kota Padang didominasi dari rumah tangga 462 ton per hari, dan pasar 88-100 ton per hari.
PADEK.JAWAPOS.COM—Berdasarkan data, timbunan sampah di Kota Padang didominasi dari rumah tangga sekitar 462 ton per hari, pasar 88-100 ton per hari, dan pusat perniagaan dan perkantoran masing-masing 20 ton per hari.

"Maka dari itu, peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Karena, tingginya timbunan sampah di Kota Padang dibandingkan kota dan kabupaten lainnya di Sumbar, cenderung terus meningkat setiap harinya," kata Pj Sekda Provinsi Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, dalam forum Pengelolaan Sampah Kota Padang, Selasa (11/2/2025).

Sekdaprov mengapresiasi PT Semen Padang dan menyambut baik para pihak yang terlibat dalam Rakor ini, yang tentunya memiliki komitmen kuat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah bahwa, pemerintah dan pemerintah daerah ditugaskan untuk melakukan koordinasi antar-Lembaga Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha agar dapat keterpaduan dalam pengelolaan sampah.

Dia mengatakan, pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan menjadi tantangan yang besar, namun pihaknya percaya bahwa melalui kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, masyarakat, universitas, dan swasta.

Mengingat upaya pengelolaan sampah di TPA Air Dingin belum optimal, kata dia, maka diperlukan upaya bersama mencari penyelesaiannya. Dan, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif-inisiatif pengelolaan sampah berbasis pada prinsip ekonomi sirkular dan ramah lingkungan dengan memperkuat regulasi, menyediakan fasilitas pendukung, dan menggalakkan edukasi kepada masyarakat untuk sadar pentingnya pengelolaan sampah.

Dia berharap melalui Rakor ini, ke depannya dapat menargetkan peningkatan capaian pengelolaan sampah di Kota Padang, yang diikuti dengan peningkatan sirkuler ekonomi pengelolaan sampah yang ditandai dengan 5 hal.

Pertama, pengurangan sampah yang masuk ke TPA dengan cara daur ulang melalui budidaya magot dan bank sampah.

Kedua, pengurangan sampah yang masuk ke TPA melalui pengelolaan sampah di PT Semen Padang.

Ketiga, peningkatan pendapatan kelompok masyarakat melalui sirkular ekonomi melalui budidaya magot dan bank sampah.

Baca Juga: Genjot Lagi Transformasi Sampah jadi Energi, PT Semen Padang-Pemda Gelar Rakor Pengelolaan Sampah

Keempat, peningkatan ketersediaan pakan ternak dan pupuk organik dari produksi budidaya magot.

Kelima, terbukanya peluang usaha dari budidaya magot.

"Kami berharap kolaborasi yang kita jalin hari ini bisa memberikan inspirasi yang lebih banyak bagi pihak-pihak lain untuk kemudian berpartisipasi dalam gerakan kepedulian lingkungan," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menekankan pentingnya Rakor ini sebagai upaya Bersama untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kota Padang yang mencatat volume tertinggi di Sumbar.

"Kami mengajak seluruh stakeholders untuk bersama-sama melakukan upaya pengurangan dan pengolahan sampah dari sumber. Dan, PT Semen Padang sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, sudah menawarkan diri dan berkenan membantu dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Padang. Bahkan, PT Semen Padang telah memulainya melalui program Nabuang Sarok yang mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah secara lebih efektif," katanya. (*)

Editor : Hendra Efison
#Volume Sampah Kota Padang Tertinggi di Sumatera Barat #Sampah pasar #sampah rumah tangga