Dalam keterangan resminya, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan ban pesawat meleleh adalah tidak benar.
Penerbangan JT-603 dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi (DJB) menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta (CGK) pada Kamis (10/4).
Pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-900ER dengan registrasi PK-LGW, mengangkut 214 penumpang dan 7 kru.
Danang menyampaikan bahwa pesawat tersebut sudah berada pada posisi untuk masuk landasan pacu.
Namun, saat berbelok ke arah tinggal landas, pilot merasakan roda kanan utama (main wheel) tidak bergerak optimal.
Sesuai prosedur keselamatan, pilot segera menghentikan pesawat dan berkoordinasi dengan petugas bandara serta pemandu lalu lintas udara (ATC).
Hasil pemeriksaan awal oleh pihak bandara menunjukkan adanya deformasi atau penurunan permukaan landasan pacu (localized surface depression) yang diduga menghambat pergerakan roda pesawat.
"Tidak ditemukan kerusakan pada pesawat, dan hasil pengecekan teknis memastikan pesawat dalam kondisi layak operasi," ungkapnya.
Sebagai langkah keselamatan dan kenyamanan, lanjut Danang, seluruh penumpang diarahkan turun dari pesawat dan diantar menggunakan bus ke ruang tunggu terminal.
Lion Air juga memastikan seluruh pelanggan menerima informasi yang jelas dan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Keputusan dan tindakan yang diambil tetap mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan pelanggan sebagai prioritas utama," ujar Danang.
Pesawat JT-603 telah berhasil dipindahkan dari landasan dan saat ini berada di apron (landas parkir) untuk proses lanjutan sesuai prosedur operasional.
"Lion Air menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kerja sama para penumpang serta seluruh pihak terkait selama proses penanganan berlangsung," ungkapnya.
Maskapai menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional penerbangan yang selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.(*)
Editor : Heri Sugiarto