Kiper Israel, Daniel Peretz, tampil gemilang dan berhasil menggagalkan beberapa peluang penting, termasuk penyelamatan krusial dari tembakan jarak dekat Warren Zaïre-Emery.
Meski gagal mencetak gol, Prancis tetap lolos ke babak perempat final.
Dalam pertandingan ini, kapten sementara N'Golo Kante sempat mencoba menembus pertahanan Israel di babak pertama.
Randal Kolo Muani juga hampir mencetak gol pada dua kesempatan terpisah. Namun, Peretz selalu sigap menjaga gawangnya tetap aman.
Daniel Peretz mengungkapkan rasa puasnya dengan hasil ini. Apalagi lawannya adalah salah satu tim terkuat di dunia.
“Kami sangat senang dengan satu poin ini, apalagi melawan negara sebesar Prancis. Ini dorongan kepercayaan diri besar bagi kami,” ujar Peretz.kepqda UEFA.com.
Yang paling penting bagi timnya, kata Peretz, adalah tidak meninggalkan Nations League tanpa poin.
"Dan, luar biasa kami berhasil menahan imbang Prancis. Tim ini terus berkembang, dan kami menantikan pertandingan melawan Belgia pada hari Minggu," imbuhnya.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, merasa frustrasi dengan hasil imbang ini.
“Setelah menciptakan begitu banyak peluang, kami seharusnya bisa mencetak gol. Ini masalah efektivitas yang kami kurang malam ini,” tegasnya usai laga.
Namun, Deschamps tetap menyampaikan kebahagiaan atas keberhasilan timnya melaju ke perempat final meskipun kecewa dengan hasil pertandingan.
Pemain sayap Prancis, Michael Olise juga menyampaikan kekecewaannya. “Kami seharusnya mencetak gol dan rasanya menyakitkan karena tidak berhasil. Namun, saya lebih memilih untuk fokus ke pertandingan selanjutnya,” katanya.
Dengan hasil ini, Israel berhasil meraih poin pertamanya di Nations League, sementara Prancis memastikan langkah ke babak selanjutnya meski tertahan imbang di hadapan pendukungnya sendiri.(*)
Editor : Heri Sugiarto