Dalam pertandingan babak 16 besar Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Ahsan dan Hendra menghadapi pasangan ganda putra dari Malaysia, Junaidi Arif dan Roy King Yap.
Mereka kalah dengan skor 13-21, 14-21, yang menandai akhir perjalanan mereka sebagai pasangan ganda putra di kancah internasional.
Ahsan dan Hendra mengakui bahwa kondisi fisik mereka mulai menurun dan sudah merasa cukup bermain bulu tangkis.
Kedua pemain ingin lebih banyak waktu bersama keluarga dan fokus pada kehidupan pribadi. Mereka merasa kehilangan gairah untuk terus bermain dan merasa bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri karier mereka di dunia bulu tangkis.
Selama berkarier, Ahsan dan Hendra telah meraih banyak prestasi gemilang. Mereka meraih gelar juara dunia sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2013, 2015, dan 2019. Pada tahun 2014, mereka meraih medali emas di ajang Asian Games Incheon.
Mereka pernah meraih gelar juara Asia pada tahun 2013. Mereka juga pernah menjuarai turnamen bergengsi All England pada tahun 2014.
Termasuk beberapa kali memenangkan turnamen Indonesia Master yang menjadi kenangan indah bagi mereka di Istora Senayan.
Perpisahan ini diwarnai dengan acara perpisahan bertajuk ”Tribute to The Daddies” yang diadakan sebelum final Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan.
Ahsan dan Hendra diharapkan tetap bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan bulu tangkis Indonesia melalui peran lain, seperti pelatih atau pembina.
Meskipun telah pensiun, warisan prestasi dan dedikasi mereka akan selalu diingat dan menjadi inspirasi bagi para pemain muda yang bercita-cita untuk meraih kesuksesan di dunia bulu tangkis. (*)
Editor : Adetio Purtama