Hasil ini membuat Inter unggul agregat 7-6 setelah imbang 3-3 di leg pertama, sekaligus mencetak sejumlah rekor dan catatan bersejarah di ajang tertinggi sepak bola Eropa tersebut.
Pertandingan berjalan dalam tensi tinggi dan penuh drama. Inter unggul lebih dulu lewat gol Lautaro Martinez dan penalti Hakan Calhanoglu di babak pertama.
Barcelona bangkit lewat gol Eric Garcia dan Dani Olmo sebelum Raphinha membawa tim tamu unggul 3-2 menjelang waktu normal berakhir.
Namun, Francesco Acerbi menyamakan kedudukan di masa injury time untuk memaksa perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, Davide Frattesi mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-99.
Dalam laga ini, Yann Sommer tampil heroik dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas dari Lamine Yamal. Sommer pun dinobatkan sebagai Man of the Match oleh UEFA.
Pelatih Inter, Simone Inzaghi, memuji penampilan luar biasa timnya.
"Butuh Inter yang super untuk mengalahkan Barcelona. Anak-anak memberikan segalanya, dan saya bangga melatih mereka. Kami bermain dengan hati dan semangat. Mereka layak mendapat final ini," ujarnya usai laga.
Pertandingan penuh emosi, gol-gol dramatis, dan rekor bersejarah, Inter Milan kini menanti lawan di final — antara Paris Saint-Germain atau Arsenal — yang akan berlaga pada Kamis (8/5) dinihari WIB.(*)
Catatan Fakta dan Statistik Menarik dari Laga Inter vs Barcelona:
-
Inter lolos ke final Liga Champions untuk ketujuh kalinya dalam sejarah klub.
-
Ini adalah final kedua dalam tiga musim terakhir bagi Inter.
-
Inter selalu lolos ke final setiap kali mencapai semifinal sejak musim 2009/2010.
-
Kemenangan ini menjadikan Inter mencetak 26 gol musim ini di UCL, menyamai rekor pada musim 2002/03.
-
Inter mencatatkan 10 kemenangan dalam satu musim kompetisi Eropa — rekor baru klub.
-
Denzel Dumfries berkontribusi langsung dalam 5 dari 7 gol Inter ke gawang Barcelona di semifinal.
-
Francesco Acerbi mencetak gol pertamanya di ajang Liga Champions UEFA.
-
Inter kini menang di 10 dari 12 laga kandang terakhir mereka di semifinal kompetisi Eropa.
-
Laga Inter vs Barcelona menjadi pertandingan semifinal UCL kedua sepanjang sejarah yang menghasilkan total 13 gol (setelah Liverpool vs Roma 2018).
-
Raphinha menjadi pemain Brasil pertama sejak Neymar (2014/2015) yang mencetak 32 gol dalam satu musim kompetitif di klub Eropa top.
-
Barcelona gagal lolos ke final UCL dalam dua semifinal terakhir yang mereka jalani.
-
Barcelona juga mencatat kekalahan dua kali berturut-turut di laga tandang UCL untuk pertama kalinya musim ini.
-
Sejak 1992/1993, Barcelona hanya meraih 5 kemenangan dalam 25 laga tandang melawan tim Italia di Liga Champions.