Tim Laskar Mataram menargetkan pemulihan performa setelah kalah 0-3 dari Persebaya Surabaya di laga pekan ke-18 di kandang sendiri.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengambil langkah strategis dengan menggeser jadwal latihan dari sore menjadi pagi hari. Keputusan ini untuk mengantisipasi cuaca hujan yang kerap terjadi di Yogyakarta.
“Musim hujan, itu saja alasannya. Saya bicara dengan staf dan orang lokal yang berpengalaman terkait musim hujan di sini,” kata Van Gastel, Selasa (27/1) dikutip dari Ileague. Langkah ini bertujuan memastikan program latihan berjalan optimal tanpa hambatan cuaca ekstrem.
Adaptasi Cuaca dan Persiapan Latihan
Van Gastel menambahkan, beberapa sesi latihan sebelumnya sempat terganggu hujan deras di sore hari. “Pada waktu tertentu saya perhatikan kalau pagi cuacanya cukup bagus, tapi siang menjelang sore makin memburuk. Jadi, kami putuskan latihan pagi karena kita sempat melewatkan latihan gara-gara hujan,” ujarnya.
Selain cuaca, tim pelatih juga fokus memaksimalkan skuad yang terbatas akibat cedera. Van Gastel menegaskan tidak akan mendatangkan pemain baru di bursa transfer, berbeda dengan tim lain seperti Persebaya.
“Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain, seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini,” jelas pelatih asal Belanda itu usai laga lawan Persebaya.
Kembalinya Pilar Cedera dan Strategi Rotasi
Kembalinya beberapa pemain dari cedera, seperti Andy Setyo, diharapkan menambah variasi strategi tim menghadapi Borneo FC. Van Gastel mengapresiasi dedikasi para pemain yang tetap menunjukkan kesiapan tinggi.
“Saya senang dengan skuad saya karena saya pikir terutama Andy Setyo yang sudah lama tidak bermain, dia bermain sangat baik. Saya rasa kami mendapatkan kembali beberapa pemain yang cedera sehingga skuad akan menjadi sedikit lebih besar saat melawan Borneo FC,” tambahnya.
Situasi ini menuntut kesiapan seluruh elemen tim, termasuk pemain yang selama ini minim menit bermain. Rotasi dan kesiapan mental disebutnya menjadi kunci utama Laskar Mataram dalam menghadapi jadwal kompetisi yang padat.(*)
Editor : Heri Sugiarto