Gol pertama tercipta pada menit ke-28 melalui eksekusi penalti yang berhasil dituntaskan oleh Moussa Sidibe, membawa tuan rumah unggul 1-0.
Momentum laga berubah semakin berat buat tim tamu ketika salah satu pemain mereka menerima kartu merah pada menit ke-35, membuat tim tamu bermain dengan sepuluh pemain hingga akhir pertandingan.
Memasuki babak kedua, tuan rumah kembali memanfaatkan kesempatan. Pada menit ke-50, mereka kembali sukses dari titik putih lewat aksi Ryo Matsumura untuk menambah keunggulan menjadi 2-0. Tiga menit kemudian, Moussa Sidibe menggandakan keunggulan menjadi 3-0 setelah memaksimalkan peluang terbuka.
Bhayangkara FC kemudian menutup pesta gol pada menit ke-74 melalui penyelesaian Bernard Doumbia yang memanfaatkan umpan matang dari rekan setimnya. Skor 4-0 bertahan hingga bubaran.
Di sisi Semen Padang FC, sebuah insiden penting terjadi pada babak pertama ketika Boubakary Diarra menerima kartu merah pada menit ke-35 setelah menerima kartu kuning kedua, sehingga pengaruhnya terhadap organisasi permainan tim tamu cukup signifikan. Selain itu, bek sentral Ravy Tsouka sempat mendapat kartu kuning sebelum turun minum.
Secara statistik akhir laga, Bhayangkara FC unggul dominan: penguasaan bola 59 persen berbanding 41 persen, total tembakan 14 berbanding 4, dan yang lebih menonjol — 10 tembakan tepat sasaran untuk tuan rumah sementara tim tamu tidak mencatatkan satu pun tembakan on-target. Perbedaan efektivitas inilah yang menjadi penentu kemenangan besar tuan rumah.
Kemenangan ini memperkuat posisi Bhayangkara FC di klasemen sementara dan memberi pukulan bagi Semen Padang FC yang harus mengevaluasi performa dan disiplin pemain seiring jeda kompetisi berikutnya. (*)
Editor : Adetio Purtama